Hindari Polemik, Pemasangan Mesin Parkir di TBRS Dibatalkan

SEMARANG (Asatu.id) Rencana pemasangan portal parkir di gerbang depan Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Jalan Sriwijaya, akhirnya dibatalkan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Masdiana Safitri, membenarkan perihal pembatalan itu.

’’Kami tidak ingin berpolemik dengan rencana penerapan tarif parkir itu. Banyaknya masukan dari masyarakat kami jadikan bahan pertimbangan, dan akhirnya kami putuskan tidak jadi menerapkan tarif parkir di TBRS. Portal yang awalnya sudah kami pasang di gerbang TBRS akhirnya juga dibongkar,’’ kata Masdiana, di Semarang, Rabu (30/5).

Tujuan awal pemasangan alat itu, menurut Masdiana, rencananya untuk mengefektifkan pemasukan parkir TBRS yang selama ini tidak optimal dan tidak efektif. Padahal, masing-masing UPTD kini telah ditarget untuk memberikan sumbangan pemasukan bagi PAD (Pemasukan Asli Daerah). Namun rencana tersebut belum berjalan justru muncul pro kontra di tengah masyarakat.

’’Ya awalnya keinginan kami supaya lebih efektif saja, karena selama ini penarikan parkir di TBRS tidak rutin dilakukan pengelola. Tapi karena ada keluhan, maka tidak jadi diberlakukan,’’ tutur Masdiana.

Dari pantauan, volume parkir di TBRS memang tidak banyak, sehingga meskipun dipasang mesin parkir pun kurang efektif. Sementara acara yang digelar di TBRS juga tidak setiap hari. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *