Pelindo III Permudah Layanan Jasa dengan Home Terminal

SEMARANG (Asatu.id) Badan Usaha Milik Ne,gara (BUMN) yang bergerak pada sektor kepelabuhan yakni Pelindo III, melakukan inovasi untuk mempermudah proses pemesanan layanan jasa kepelabuhanan dengan meluncurkan aplikasi mobile, home terminal.

Commercial and Operational Director, Pelindo III, Mohammad Iqbal mengatakan, dengan memanfaatkan teknologi tersebut pengguna jasa dapat memesan berbagai jasa kepelabuhanan cukup melalui aplikasi smartphone.

“Lewat aplikasi ini semuanya serba digital, para pengguna tidak perlu lagi datang ke pelabuhan hanya untuk melakukan pembayaran. Di sini untuk pengiriman barang bisa booking, ada menu melihat rute kemana barang akan dikirim, misalnya dari Semarang ke Solo, di situ nanti otomatis akan muncul biaya, dan berapa lama waktu tempuh truknya,” ujar Mohammad Iqbal, Rabu (30/5).

Dijelaskan, dengan sistem aplikasi yang transparan tersebut tentunnya akan menghemat biaya yang harus dikeluarkan, sekaligius bisa menghindari biaya-biaya tambahan yang tidak resmi di pelabuhan.

“Ini bisa menghemat cost logistik dan lebih transparan. Sehingga biayanya akan turun, tidak ada biaya ekstra di pelabuhan untuk ini dan itu. Semuanya resmi tertulis, dengan demikian akan lebih efisien,” imbuh Iqbal.

Ditambahkan, ada empat fitur layanan pada aplikasi Home Terminal. Keempatnya yaitu vessel service, port activities, logistic dan container management. Keempat fitur tersebut memungkinkan pengguna jasa memantau pergerakan kapal dan barangnya secara real-time.

Lebih lanjut kata dia, untuk tahap awal, Home Terminal hanya dapat digunakan untuk menyediakan pelayanan kapal atau vessel service. Yakni meliputi pemanduan, penundaan, penyandaran kapal, pengisian bahan bakar, pengisian air bersih, jasa tambat, port clearance, penampungan limbah, daya kelistrikan dan crew transfer.

Ceo Regional Jawa Tengah, Andhy Wahyu Basuki menambahkan, aplikasi Home Terminal tersebut bukan untuk Pelindo namun bagi semua kalangan untuk memajukan pelabuhan di Indonesia.

“Lewat aplikasi ini kita tekan biaya dari cost itu sendiri, ini upaya riil untuk menekan cosh logistik, birokrasi dan biaya yang tak perlu. Semoga semuanya bisa bergabung di aplikasi untuk menjadikan pelabuhan indonesia lebih baik,” pungkas Iqbal. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *