Hindari Makam dan Masjid, Ruas Jalur Tol Semarang-Batang Sementara Dialihkan Keluar

SEMARANG (Asatu.id) – Dirut PT Jasamarga Semarang-Batang, Arie Irianto membenarkan, pada ruas tol Batang-Semarang saat ini masih ada sedikit titik yang terputus karena masalah pembebasan lahan berupa tanah wakaf yang belum dipindahkan.

Namun Arie Irianto memastikan jalur tersebut masih bisa dilalui saat mudik nanti. Ruas tol Batang-Semarang secara fungsional tetap bisa dilalui pemudik meski hanya satu ruas saja.

“Soal dua tanah wakaf, makam dan masjid, memang belum bisa dibongkar, tapi nanti akan kita alihkan keluar. Seperti masjid tidak kita bongkar, paling nanti kita detour sedikit. Di situ kita jadikan parking bay untuk pengguna istirahat dan buka. Kalau makam itu sedikit keluar. Itu total ada lima spot, tapi tidak menghambat,” kata Arie.

Dua wakaf tanah dan bangunan yang dimaksud Arie adalah masjid di Kelurahan Beringin dan tanah makam di Kampung Klampisan, keduanya di wilayah Kecamatan Ngaliyan.

Bangunan masjid belum bisa dibongkar karena masjid pengganti belum selesai pembangunannya. Sementara untuk tanah makam masih dalam proses lahan pengganti.

“Meski demikian tidak ada masalah. Saya pastikan bahwa pada H-10 Lebaran nanti jalur tol Batang – Semarang sudah dapat dilalui oleh para pemudik secara fungsional,” tegasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *