Stok Banyak, Radipah Berharap Harga Kurma Normal Lagi

SEMARANG (Asatu.id) – Kalangan pedagang buah kurma di beberapa pasar di Kota Semarang berharap harga dagangannya segera normal lagi. Sejak beberapa waktu lalu, harga buah impor itu mengalami penurunan, meski tidak banyak.

Radipah, salah satu pedagang grosir dan eceran buah kurma di pasar relokasi kompleks Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya dia selalu menyetok buah kurma untuk menghadapi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan dan Idul Fitri.

“Saya stok kurma sekitar 20 ton. Biasanya cepat habis karena diambil pedagang dari luar kota. Namun stok saat ini masih banyak dan harga justru turun meski tidak terlalu banyak,” kata Radipah yang ditemui di tempat jualannya di Pasar Relokasi Johar Baru Blok E1 Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Rabu (23/5).

Turunnya harga kurma, menurut Radipah, salah satu penyebabnya karena berlangsungnya panen raya di beberapa negara penghasil, seperti Arab Saudi, Mesir, Tunisia, bahkan Amerika. Untungnya Radipah tidak hanya berjualan kurma saja, tetapi juga berbagai jenis buah segar dan oleh-oleh haji/umroh. Sehingga pendapatan hariannya tetap bisa tertopang.

Radipah menyetok berbagai jenis buah kurma, di antaranya kurma nabi, kurma tunisia madu, kurma tunisia tangkai, dan kurma mesir dengan harga bervariasi. Misalnya harga kurma mesir Rp 60 ribu per kilogram, kurma tunisia madu Rp 100 ribu per kilogram dan kurma tunisia tangkai Rp 110 ribu per kilogram. Ada juga kurma rosul (ajwa) dan kurma medjol asal Amerika. Dua jenis kurma itu harganya mencapai Rp 300 ribu per kilogram.

“Biasanya harga kurma menjelang bulan puasa naik. Namun untuk bulan puasa kali ini, 15 jenis kurma yang saya jual harganya turun. Misalnya harga kurma yang sebelumnya Rp 25 ribu/kilogram turun menjadi Rp 22.500/kilogram. Ya rata-rata mengalami penurunan harga antara Rp 2.500-Rp 3.000 per kilogramnya,” tutur ibu empat anak itu.

Radipah yang tinggal di Jalan Kwaron II RT 02 RW 2, Bangetayu Kulon, menambahkan, sebagian besar masyarakat lebih tertarik membeli kurma mesir dengan harga Rp 60 ribu/kilogram dan tunisia madu Rp 80 ribu/kilogram. Kedua jenis kurma ini paling laris dan banyak dicari. Biasanya sampai habis Lebaran pun masih banyak yang mencari.

“Biasa permintaan kurma pada bulan puasa ini banyak. Sayang harganya turun. Dan menurut saya akan banyak pembeli sampai H-3 Lebaran. Kemudian setelah Lebaran ramai lagi karena ada yang menjalankan ibadah umrah. Saya dan teman-teman sesama pedagang berharap harga kurma akan stabil atau normal lagi,” tutur Radipah yang berjualan dibantu tiga karyawan. (is)

31

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan