Mahasiswa Undip Kembangkan Bahan Bakar Alternatif

SEMARANG (Asatu.id) – Tiga mahasiswa Teknik Kimia Undip berhasil mengembangkan MER-C (Membrane Separation & Catalyst) yang berasal dari limbah serbuk marmer untuk produksi biodiesel pengganti bahan bakar jenis solar yang ramah lingkungan.

Tiga mahasiswa tersebut adalah Misbahudin Alhanif, Ari Purnomo dan Ummi Az Zuhra dengan dosen pembimbing Prof Dr Andri Cahyo Kumoro ST MT.

Ketua tim PKM Mer-C, Misbahudin Alhanif mengemukakan bahwa kebutuhan bahan bakar diesel yang semakin meningkat menyebabkan tingginya jumlah impor solar, Kamis (24/5).

“Bahan bakar alternatif pengganti solar yakni biodiesel masih terbatas penggunaannya, karena dalam produksi biodiesel tidak digunakan proses yang sederhana, memerlukan konsumsi energi yang tinggi,” ucapnya.

Ia menambahkan, melihat proses produksi dan konsumsi yang tidak seimbang, maka digunakan bahan baku alternatif lain.

“Berdasarkan pertimbangan proses produksi, konsumsi energi dan harga jual biodiesel yang tinggi, maka dikembangkan metode sederhana pembuatan dan pemurnian biodiesel dengan memanfaatkan bahan baku limbah minyak jelantah menggunakan membran yang berasal dari limbah serbuk marmer. Membran adalah lapisan tipis yang biasanya digunakan dalam pemurnian air,” tambahnya.

Dengan inovasi yang dilakukannya, ia berharap masalah krisis energi fosil akan dapat teratasi dengan energi terbarukan yang memiliki harga jual dan mampu bersaing dengan bahan bakar fosil. (is)

31

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan