Siang Nanti, Diskusi Pilkada Anti Sara Digelar di Unimus

SEMARANG (Asatu.id) Institut Komunikasi Nasional (IKN) bersama Satgas Nusantara dan Universitas Muhammadiyah Semarang akan menggelar buka bersama dan diskusi dengan tema “Pilkada Anti Sara”, di Gedung NRC Universitas Muhammadiyah, Ruang 408, Kamis (24/5), pukul 14.30 WIB.

Aktivis IKN, Denny Reksa mengatakan diskusi ini menampilkan narasumber, masing-masing Drs Tafsir Mag (Ketua PWM Jateng) Drs Yuwanto MSi Ph.D (Kaprodi S3 DIS FISIP Undip), Kombes Pol Sulistyo PH MSi (Satgas Nusantara Polri), Andi Dewanto (Kabiro Kompas Tv Jateng), Setiawan Hendra K (Pimpinan Redaksi Suara Merdeka.com)  dan Cecep Burdansyah MH (Pimpinan Tribun Jateng). Diskusi ini akan dimoderatori Teguh Hadi Prayitni, jurnalis dari SCTV.

Denny menjelaskan IKN adalah perusahaan di bidang jasa komunikasi yang meliputi penelitian, pelatihan, dan konsultasi. IKN didirikan sejumlah jurnalis senior terkemuka di Jakarta dengan tujuan memasyarakatkan prinsip-prinsip dan cara berkomunikasi yang positif, bermanfaat, dan membangun, terutama melalui media massa.

Menurut dia, diskusi ini merupakan salah satu bentuk kegiatan positif yang mempunyai tujuan sangat baik dalam membangun cara berfikir dan prilaku bersama kita menjalankan proses demokrasi.

“Para jurnalis, dunia pers, aparat keamanan dan hukum, perguruan tinggi dan kalangan akademisi, serta tokoh-tokoh masyarakat, perlu duduk bersama dengan para kontestan pesta demokrasi untuk menyamakan persepsi dan membangun visi yang sama tentang Indonesia yang lebih baik,” kata Denny pada siaran persnya kepada Asatu.id, Kamis tadi pagi (24/5).

Pesta demokrasi semacam ini, kata Denny, komunikasi menjadi sangat penting. Komunikasi bisa menentukan menang kalahnya kandidat, sekaligus baik tidaknya pilkada itu sendiri.

“Dalam proses komunikasi ini, peran media adalah utama. Kerja media yang terjaga dan terukur menjadi penyumbang besar pilkada yang baik. Namun, kerja media ini tak bisa lepas dari topangan komponen penting lain, di antaranya media massa,” paparnya.

Dia berharap hasil forum diskusi nanti bisa bermanfaat bagi masyarakat Jateng, sehingga dapat membantu mendorong Pilkada yang lancar, aman, dan damai.

“Pilkada yang sejuk tanpa ganjalan di hati, apalagi ujaran kebencian dan SARA. Mari kita jaga Indonesia yang bermartabat dengan Pilkada yang sehat, bebas sara dan damai,” tandasnya.

38

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan