Parkir TBRS Segera Diberlakukan

SEMARANG (Asatu.id) – Pintu masuk Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) segera dipasang mesin parkir dan akan dilakukan penarikan retribusinya terhadap setiap pengunjung, terutama pada saat ada acara atau kegiatan di lokasi tersebut.

Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Kasturi, membenarkan soal rencana pemasangan mesin parkir tersebut. Tujuannya agar penarikan parkir lebih efektif dibandingkan selama ini. Sebab sebelumnya, penarikan parkir di TBRS tidak rutin dilakukan pengelola.

“Proses pemasangan membutuhkan waktu kurang lebih sebulan. Untuk pengelolaannya kami akan bersinergi dengan Dinas Perhubungan Kota Semarang. Saat ini masih proses pembicaraan,” kata Kasturi.

Menyinggung soal besaran tarif yang dikenakan terhadap pengunjung, Kasturi menuturkan akan disesuaikan dengan Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang parkir, yaitu untuk motor Rp 1.000 dan mobil Rp 2.000.

Dari beberapa informasi, penarikan retribusi di TBRS selama ini terkesan asal-asalan dan kurang efektif. Beberapa orang yang datang mengaku ditarik parkir, tetapi beberapa lainnya mengaku tidak.

“Saya hampir setiap hari tongkrong dk sini tetapi tidak pernah ditarik parkir. Kayaknya cuma kalau ada acara saja petugas TBRS menarik retribusi,” Rochmat, salah satu pengunjung. (is)

 

42

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan