Ferry Firmawan, Semangat Reformasi Harus Diperjuangkan ke Semua Aspek Kehidupan Bernegara

SEMARANG (Asatu.id) – Mantan aktivis Reformasi asal Undip Semarang, Ferry Firmawan mengatakan semangat reformasi harus terus digelorakan dan diperjuangkan dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara.

Meski Era Reformasi telah berusia 20 tahun, namun perjuangan yang digelorakan para mahasiswa untuk memberantas praktik kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) hingga kini belum memuaskan.

Penegasan itu disampaikan Ferry Firmawan seusai acara buka puasa bersama, selaturrahim miladnya ke 41 tahun dan reuni dengan mantan aktivis reformasi 1998, di Louis Kienne Hotel Pandanaran Lantai 6,  Semarang, Selasa (22/5).

Hadir pada acara tersebut, pimpinan OKP, ormas, pimpinan media cetak dan online, tokoh pergerakan Ardas Patra (Undip/Praktisi Ekonomi Pembangunan), Ketum Pemuda Pancasila Jateng Bambang Eko P, Nanang S (Dosen Unissula dan Konsultan Hukum), Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jateng Wahyu Kristianto.

Dari data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), selama pekan ini menyebutkan lembaga antirasuah tersebut telah menangkap enam kepala daerah. Mereka tertangkap pada operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK.

Keenam kepala daerah terjaring OTT lantaran terindikasi melakukan korupsi, yakni Bupati Hulu Sungai Tengah, Abdul Latif. , Bupati Jombang asal Partai Golkar, Nyono Suharli Wihandoko, Bupati Ngada, Nusa Tenggara Timur, Marianus Sae.

Kemudian, Bupati Subang, Jawa Barat, Imas Aryumningsih, Bupati Lampung Tengah, Mustafa, Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra, dan Calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun.

Menurut mantan Presiden Mahasiswa Fakultas Teknik Undip ini, reformasi bukan hanya simbol yang selesai pada 1998. “Era sekarang ini, reformasi harus dimaknai bagaiman mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa demi menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

Ferry Firmawan yang juga menjabat Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jateng mengharapkan reformasi yang digulirkan pemerintahan Joko Widodo bisa terus mengawal spirit reformasi yang digulirlkan mahasiswa tahun 1998.

“Spirit itu berupa memperjuangkan nasib rakyat Indonesia. Semua kebijakan semata-mata hanya untuk kepentingan rakyat, tidak ada yang lain,” kata Ferry.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *