Gerakan Santri Menulis Diharapkan Lahirkan Penulis dari Komunitas Pondok Pesantren

SEMARANG (Asatu.id) – Universitas Negeri Semarang (Unnes) tahun ini menjadi tuan rumah kegiatan Gerakan Santri Menulis, Sarasehan Jurnalistik Ramadan 2018. Acara yang digelar oleh Suara Merdeka Network ini diikuti sebanyak 124 santri dari berbagai pondok pesantren dan perguruan tinggi di Semarang dan sekitarnya.

Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Gunawan Permadi mengatakan Gerakan Santri Menulis ini rutin digelar tiap tahun pada bulan Ramadan. Kegiatan ini sudah berjalan sejak tahun 1994, sehingga tahun ini merupakan kegiatan yang memasuki tahun ke 24 tanpa henti.

“Sudah puluhan ribu santri mengikuti kegiatan ini. Peserta dibimbing menulis oleh para jurnalis Suara Merdeka yang sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun sebagai penulis,” ujarnya.

Gunawan menambahkan selama sehari para santri berlatih menulis serta berinteraksi dengan media massa. Dirinya berharap para santri dapat mengembangkan gagasan mereka ke dalam bentuk tulisan untuk berbagai keperluan.

“Melalui Gerakan Santri Menulis diharapkan akan lahir generasi penulis baru dari komunitas pondok pesantren. Sekaligus sebagai kesempatan silahturahmi antara praktisi media dan pejabat dengan para kiai, alim ulama dan santri di pondok pesantren,”tandasnya

Sementara itu, Rektor UNNES Fathur Rokhman memotivasi, para santri harus terus mengembangkan keilmuannya dalam bidang penulisan dan memperkaya bacaan.

“Ketika seseorang belajar menulis, dengan sendirinya ia akan terus memperkaya bacaan. Dengan demikian, ilmunya akan terus bertambah,”ungkapnya.

Hadir dalam kegiatan ini, antara lain, CEO Suara Merdeka Network Kukrit Suryo Wicaksono dan Walikota Semarang Hendrar Prihadi. (is)

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *