Gerakan Santri Menulis Cegah Berita Hoax

SEMARANG (Asatu.id) Gerakan Santri Menulis, Sarasehan Jurnalistik Ramadhan 2018 kembali digelar oleh Suara Merdeka Network. Kegiatan yang sudah memasuki tahun ke 24 ini akan menyambangi sejumlah 15 pondok pesantren dan kampus yang berada di Jawa Tengah, Senin (21/5).

Pembukaan kegiatan kali ini digelar di Universitas Negeri Semarang, dihadiri oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Menurutnya, Gerakan Santri menulis ini menjadi suatu hal baru dalam menyikapi perkembangan teknologi informasi zaman sekarang melalui media sosial.

“Sebelumnya Gerakan Santri Menulis ini menarik minat para santri pondok pesantren untuk menulis dengan baik kemudian dimuat di media cetak, tapi kali ini zaman sudah berubah, berkembang ke arah teknologi informasi, Ini merupakan tantangan baru jauh berbeda dengan 4-5 tahun yang lalu,”ujarnya.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi mengatakan, sekarang setiap orang bisa mengunggah tulisannya di media sosial atau online sehingga bisa langsung dibaca dan dishare oleh siapapun, hal ini bisa berbahaya tersebarnya berita hoax.

“Penulis juga perlu dibekali menulis dengan baik dan mencari kebenaran informasi yang dibagikan dilengkapi komitmen untuk menjaga kesatuan NKRI, tentunya dengan proses editing terlebih dahulu,” ungkapnya.

Menurut data Pusat Komunikasi dan Informasi tahun 2017 lalu, lanjut dia, sejumlah 800 ribu berita hoaks atau bohong yang tersebar di media sosial. Sehingga, hal inilah yang harusnya dikurangi.

“Salah satu upaya dalam memerangi berita hoaks adalah dengan diadakan Gerakan Santri Menulis ini. Harus kita kurangi pelan-pelan,” tandasnya.

Turut hadir dalam pembukaan Gerakan Santri Menulis, Sarasehan Jurnalistik Ramadhan 2018 antara lain Pemimpin Redaksi Suara Merrdeka Gunawan Permadi, CEO Suara Merdeka Network Kukrit SW, Rektor Unnes Fathur Rohman. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *