BPOM Temukan 25 Sarana Penjual Makanan Tak Layak Konsumsi

SEMARANG (Asatu.id) – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan dan Idul Fitri, Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM) melakukan inspeksi pada beberapa toko, swalayan dan distributor makanan. Hasil inspeksi tersebut, BPOM menemukan 25 sarana penjual makanan di Kota Semarang menjual produk yang tak layak konsumsi.

“Berdasarkan hasil inspeksi selama tiga tahap kami menemukan 25 toko modern, swalayan, pasar dan distributor yang menjual barang tidak layak konsumsi seperti izin edar yang tidak berlaku, kemasan rusak dan maupun kadaluarsa,” kata Staff Pemeriksaan BPOM, Dwi Ernawati kepada Asatu.id, Senin (21/5).

Menurutnya, pada beberapa distributor yang menjual makanan tidak layak konsumsi sudah dipisahkan dengan makanan yang layak konsumsi.

“Umumnya distributor sudah memisahkan makan yang rusak, tidak layak konsumsi maupun kadaluarsa dengan makanan yang bagus,” tambahnya.

Di sisi lain, lanjutnya, jika pedagang masih nekat menjual makanan tidak layak konsumsi, pihak BPOM akan memberikan sanksi tegas.

“Kami melakukan uji ditempat, jika itu postif mengandung bahan yang tidak layak konsumsi akan kami memusnahkannya ditempat juga,” tandasnya. (is)

23

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan