Sehari Jelang Ramadan, Pedagang Bunga Panen Rezeki

SEMARANG (Asatu.id) Rabu (16/5) atau sehari jelang Ramadan, pedagang bunga di beberapa tempat menuai rezeki berlipat. Banyak warga masyarakat yang ingin berziarah ke makam keluarga atau saudaranya menyempatkan diri membeli bunga untuk ditabur di atas pusara.

Nuryatun, salah satu pedagang bunga di Makam Bergota membenarkan, jumlah pembeli dagangannya bertambah sejak beberapa hari lalu. Dan sehari menjelang puasa, dagangannya banyak dibeli para peziarah.

“Sudah sejak seminggu yang lalu pembelinya tambah banyak. Ini biasa menjelang puasa. Tapi tahun lalu tidak seramai sekarang,” katanya.

Wanita yang tinggal di Kampung Bergota Krakal itu menjelaskan, meski banyak pembeli dirinya tidak berani menyetok bunga terlalu banyak. Karena jika tidak laku dua hari saja bentuk bunganya tampak kusam, dan pembeli tidak berminat.

“Mending kalau habis ambil lagi di pedagang Pasar Randusari. Kalau bunga sudah kusam dan layu kan kurang menarik dan tidak disukai pembeli,” katanya.

Menjelang hari pertama puasa, Nuryatun dan kawan-kawannya bisa menghabiskan bunga mawar satu keranjang besar. Ia membelinya seharga Rp 400 ribu, lalu mengemasnya di keranjang-keranjang kecil atau biasa disebut keranjang tenteng. Satu keranjang tenteng ia jual seharga Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu. Kemasan satu keranjang tenteng terdiri dari beberapa jenis bunga, antara lain mawar, daun pandan, melati dan lain-lain.

Kalau tidak menjelang puasa harga satu keranjang tenteng lebih murah lagi, antara Rp 5 ribu sampai Rp 8 ribu. “Mumpung menjelang puasa, biasa harganya sedikit naik,” tambah Nuryatun. (is)

21

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan