Ramadan, KPID Jateng Imbau Televisi dan Radio Hati-hati Tayangkan Siaran

SEMARANG (Asatu.id) – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah meminta kepada Lembaga Penyiaran televisi dan radio agar tetap terus berhati-hati dalam menayangkan siaran menyusul datangnya bulan puasa Ramadan.

KPID meminta kepada lembaga penyiaran agar tetap menanyangkan konten-konten yang menyejukan, keindahan, pluralitas serta tidak menayangkan siaran yang mengandung konten mempertentangkan SARA, mengandung konten saru, serem dan sadis.

“Datangnya bulan Ramadan biasanya akan mengubah pola keseharian warga sehingga lembaga penyiaran juga akan ikut mengubah pola siarannya,” ujar Ketua KPID Jawa Tengah Budi Setyo Purnomo.

KPID Jateng, lanjutnya, meminta agar lembaga penyiaran melakukan penambahan durasi dan frekuwensi untuk program dakwah Ramadan.

“Kami juga akan mengawasi adanya lembaga penyiaran yang menayangkan iklan terselubung pasangan calon pilkada di masa hari-hari puasa dan Idul Fitri. Iklan paslon pilkada hanya boleh yang difasilitasi oleh KPU daerah masing-masing,” imbuhnya.

Untuk itu, lembaga penyiaran diwajibkan untuk tetap memperhatikan surat edaran KPI Nomor 68/K/KPI/31.2/02/2018 tertanggal 12 Pebruari 2018 tentang edaran penyiaran masa pilkada 2018 karena pelaksanaan iklan kampanye pilkada di lembaga penyiaran berlangsung pada akhir Ramadan dan awal Idul Fitri (10-23 Juni 2018).

Budi juga mengimbau kepada televisi di Jakarta yang berjaringan di daerah untuk menyesuaiakan jam lokal pada saat menanyangkan adzan Magrib yang merupakan waktu berbuka puasa dan jam lokal untuk imsak.

“Jangan sampai lembaga penyiaran menanyangkan adzan Magrib di Jawa Tengah tapi jamnya adalah waktu untuk wilayah Jakarta. Sebab, jam adzan masing-masing wilayah tidaklah sama,” tukasnya. (is)

 

 

 

18

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan