Era Disrupsi Dorong Pertumbuhan Bisnis Baru dan Inovatif

SEMARANG (Asatu.id) – Bangsa Indonesia dan dunia pada saat ini sedang menghadapi suatu era disruption (disrupsi), situasi di mana pergerakan dunia industri atau persaingan kerja tidak lagi linear.

Rektor Universitas Negeri Semarang Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengatakan, disrupsi menginisiasi lahirnya model bisnis baru dengan strategi lebih inovatif dan disruptif, Rabu (16/5). “Tidak diragukan lagi, disrupsi akan mendorong terjadinya digitalisasi sistem pendidikan,” ucapnya.

Ia menambahkan, berkembangnya mode transportasi online akan mengisnpirasi lahirnya sistem pendidikan digital.

“Munculnya inovasi aplikasi teknologi seperti Uber atau Gojek akan menginspirasi lahirnya aplikasi sejenis di bidang pendidikan,” tambahnya.

Di sisi lain, sambungnya, untuk menghadapi era disrupsi, Unnes harus meningkatkan kualitas pendidikannya agar mampu bersaing.

“Untuk menjawab dan menghadapi tantangan pada era disrupsi, Universitas Negeri Semarang harus dapat membentuk karakter leadership melalui kepemimpinan bertumbuh,” tandasnya. (is)

34

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan