Warak Ngendok, Binatang Imajiner Pembawa Pesan Kebaikan

SEMARANG (Asatu.id) – Sosok Warak Ngendok selalu jadi ikon dan daya tarik tersendiri di arena karnaval dugderan. Warak Ngendog adalah sebuah bentuk binatang dengan kepala menyerupai naga, dengan tubuh seperti buraq, dan empat kaki yang menyerupai kambing serta bentuk leher panjang seperti jerapah.

Tak hanya dikenal di Kota Semarang, Warak Ngendok yang fenomenal itu juga sudah dikenal warga di luar kota dan luar negeri. Bahkan sejak zaman kolonial, Warak Ngendok sudah menjadi ikon khas kebudayaan Kota Semarang.

Dalam Bahasa Arab, Warak Ngendok itu punya pesan kebaikan yang sarat makna. Warak berasal dari kata Waro’a, yang artinya sebuah usaha kuat untuk melawan atau menjauhi hawa nafsu. Maka terjelmalah gambaran sosok binatang dengan kaki, tubuh dan ekor yang tegang karena berusaha melawan nafsunya.

Sedangkan arti ngendok adalah, jika manusia sudah bisa menahan hawa nafsu atau mengendalikan diri, maka akan menghasilkan atau mendapatkan ridha dari Allah SWT.

Secara lengkap Warak Ngendog diartikan sebagai simbol bagi orang yang menjaga kesuciannya di bulan puasa, maka akan mendapatkan balasan pahala pada Lebaran nanti.

Ada juga yang cerita, sosok binatang imajiner bernama Warak Ngendok itu, pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang babat alas di hutan yang kini menjadi Kampung Purwodinatan, Semarang.

Dari kisah itu, akhirnya di Kampung Purwodinatan sekarang ini banyak ditemui warga yang membuat kerajinan Warak Ngendog dan dijual pada saat dugderan ataupun ketika ada pameran dan kirab budaya Kota Semarang.

Untuk membuat Warak, dibutuhkan bahan baku potongan papan yang terdiri beberapa ukuran, kertas minyak warna-warni, stereofoam, lempengan besi tipis, dan kertas bekas bungkus makanan. Dalam sehari, biasanya para perajin hanya bisa membuat dua sampai tiga buah Warak.

Sejauh mana kebenaran cerita di atas, wallahualam. (is)

31

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan