Tangis Haru Iringi Kepergian Ki Enthus Susmono

SEMARANG (Asatu.id) – Lantunan tahlil tiada henti mengiringi jenazah dalang kondang Ki Enthus Susmono ke peristirahatan terakhir di Desa Bengkle, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Selasa (15/5). Ratusan dari pelayat meneteskan air mata ketika peti jenazah tiba di Pendapa Amangkurat.

Plt Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko saat memberikan sambutan mengaku sangat kaget saat menerima kabar duka Ki Enthus. Ia mengatakan Ki Enthus Susmono yang lahir di Kabupaten Tegal, 21 Juni 1966 itu merupakan sosok pribadi yang luar biasa.

“Almarhum seorang budayawan, seniman, dalang kondang. Selain dikenal ramah, Ki Enthus pribadi yang periang. Kehadirannya selalu membawa keceriaan bagi orang-orang di sekitarnya. Seperti saat menghadiri acara di Semarang, apabila sang dalang paparan atau tanya jawab pasti suasana menjadi gembira, tidak ada peserta yang marah apalagi sedih,” ujarnya.

Mantan Bupati Purbalingga itu turut mendoakan, semoga dalang kondang asal Tegal itu dipanggil Allah dalam husnul khatimah, diampuni segala dosanya, semua amal kebaikannya diterima, dan diberikan tempat sebaik-baiknya di sisi Allah SWT.

Sementara itu, Putra Enthus Susmono, Firman Haryo Susilo sembari terisak tangis menyampaikan, almarhum merupakan seorang pekerja keras, pribadi pembelajar, dan orang yang kepo. Selama hidupnya bekerja tanpa mengenal waktu, lelah, dan tidak pernah sakit ataupun mengeluh sama sekali.

“Saya atas nama keluarga mohon maaf sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya segala kesalahan Abah selama menjabat maupun sebelum menjabat bupati. Semua kejelekan almarhum mohon dimaafkan, Terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Tegal, semoga pengabdiannya selama lima tahun bisa mengantarkan Abah ke surga,” tukasnya. (is)

 

 

 

 

22

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan