Penurunan Ekspor Bulan April, Pola Rutin Tiap Tahun

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Bidang Statistik dan Distribusi, Sri Herawati mengatakan penurunan ekspor Jateng yang mengalami penurunan sebesar 1,70 persen dibanding ekspor Maret 2018 merupakan pola yang rutin terjadi setiap bulan April tiba.

“Ini rutin terjadi. Namun nilai ekspor kami perkirakan akan meningkat kembali pada bulan Mei dan Juni,” ujarnya, di kantor BPS Jateng, Selasa (15/5).

Sri menerangkan, pola yang demikian tersebut dari tahun 2016-2017 bulan April selalu mengalami penurunan. Melihat kondisi tersebut, pihaknya berharap, agar sektor industri pengolahan bisa meningkatkan produksinya sehingga bisa mendukung peningkatan nilai ekspor.

Sementara itu, lanjutnya, meski memasuki  bulan puasa Ramadhan tahun ini, dirinya tetap mengaku optimis jika nilai ekspor akan mengalami siklus kenaikan positi. Hal tersebut melihat tren tahun lalu juga tetap mengalami peningkatan.

“Walaupun untuk libur cuti lebaran ditambah, pemerintah telah berbicara ke pengusaha, sehingga para pebisnis kan bisa melakukan antisipasi mungkin dengan menambah jam lembur karyawannya,” imbuhnya.

Sementara itu, lanjutnya, ekspor Jawa Tengah pada April 2018 mengalami penurunan 1,70 persen dibandingkan pada Maret 2018. Penurunan nilai ekspor April 2018 karena turunnya ekspor komoditas nonmigas dan migas mencapai USS 561,83 juta

“Impor Jawa Tengah di bulan April 2018 tercatat naik sebesar 21,78 persen USD 230,72 juta dibandingkan impor bulan Maret 2018 (USD 1.059,23 juta), yakni sebesar USD 1.289 juta,” tukasnya. (is)

 

 

 

20

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *