Ki Enthus Meninggal, KPU Persilakan Parpol Cari Pengganti

SEMARANG (Asatu.id) – Meninggalnya calon Bupati Petahana Tegal, Enthus Susmono mengubah peta Pilkada yang diselenggarakan di Kabupaten Tegal pada 2018. Melihat keadaan tersebut, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng Joko Purnomo, mengatakan ada terdapat sejumlah skema bagi parpol yang terlanjur mengusung almarhum.

“Sesuai aturan UU Nomor 10 Tahun 2016 dan PKPU Tahun 2017, pasangan calon yang berhalangan atau meninggal dunia, berhak dicarikan penggantinya. Di mana sebelum 30 hari, salah satu paslon yang berhalangan atau meninggal dunia dapat mengusulkan pasangan penggantinya,” ujar  Ketua KPU Jateng Joko Purnomo, Selasa (15/5).

Joko menambahkan, terkait penggantian, batas waktu penggantian calon adalah tujuh hari sejak yang bersangkutan meninggal dunia. Jika parpol dalam hal tersebut tidak mengajukan penggantinya, maka calon yang masih atau tidak berhalangan tetap gugur.

Berbeda jika dalam hal, salah satu palson meninggal atau berhalangan 29 hari sebelum hari pemungutan. Menurut Joko, pada situasi itu parpol atau gabungan parpol tidak bisa mengusulkan calon pengganti.

“Dan salah satu calon dari pasangan calon yang tidak meninggal dunia, ditetapkan sebagai calon pemilihan. Jadi karena ini masih 46 hari, parpol atau gabungan parpol wajib mengganti. Supaya calon wakilnya itu bisa mengikuti tahapan pilkada sampai selesai,” tandasnya.

Seperti diketahui, Ki Enthus, sapaan karib pria yang dikenal sebagai budayawan tersebut meninggal dunia, pada Senin (14/5). Pria yang dikenal sebagai dalang nyentrik itu meninggal dunia Senin malam (14/5) pukul 19.10 WIB.

Enthus puntahun ini maju Pilbup Tegal untuk periode kedua berpasangan dengan Umi Azizah. Enthus-Umi diusung PKB dan empat parpol lainnya. Keduanya bersaing melawan paslon Haron Bagas Prakosa-Drajat Adi Prayitno, dan Rusbandi-Fatchuddin. (is)

 

 

 

30

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan