Bank Jateng Ingatkan Pentingnya Pedagang Gunakan Transaksi Nontunai

SEMARANG (Asatu.id) – Mulai Juni mendatang, semua transaksi pedagang pasar tradisional di Kota Semarang harus menggunakan sistem elektronik atau nontunai. Penerapan sistem elektronik itu ditandai dengan sudah dilaunchingnya E-Retribusi Pelayanan Pasar yang dipusatkan di Pasar Pedurungan, baru-baru ini. Untuk kelancaran sistem itu, Pemkot Semarang dalam hal ini Dinas Perdagangan menggandeng Bank Jateng sebagai mitra kerja sama.

Koordinator Bank Jateng Cabang Semarang, Siti Ulfa, menyambut baik ajakan pemkot dalam memfasisilitasi kepentingan para pedagang. Di hadapan para perwakilan pedagang, Siti Ulfa membenarkan pihak pemkot telah menggandeng Bank Jateng, karena bank ini disebutnya sebagai bank-nya masyarakat Jawa Tengah, khususnya masyarakat Kota Semarang.

“Inilah bank-nya bapak ibu para pedagang. Kalau bapak ibu mempercayakan kepada Bank Jateng maka secara otomatis para pedagang ikut membangun Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang. Karena deviden kami yang dari pemkot nantinya dikembalikan lagi untuk pembangunan Kota Semarang. Baik pembangunan pasar,perbaikan  jalan-jalan dan bidang atau sarana lainnya,” kata Ulfa.

Menurut Siti Ulfa, komitmen Bank Jetang ikut menyukseskan pembangunan Kota Semarang sekaligus sebagai realisasi dukungan terhadap Surat Edaran (SE) Mendagri tentang transaksi nontunai. Surat  Mendagri itu menegaskan bahwa semua transaksi keuangan di Kota Semarang harus menggunakan sistem elektronik.

“Nantinya tidak hanya di dinas perdagangan saja, tapi di semua OPD Pemkot sistem transaksi keuangan akan menggunakan sistem transaksi elektronik atau nontunai. Dan itu bisa dilakukan dengan menggunakan Kartu Semarang Hebat,” tuturnya.

Bank Jateng, lanjut Ulfa, juga sudah memiliki program Cash Managemen System (CMS). Sistem ini akan digunakan oleh bendahara-bendaharan OPD dalam melakukan transaksi nontunai. Para bendahara tidak harus pergi ke Bank Jateng atau bank lainnya, tetapi cukup dengan mengakses program itu melalui web, baik untuk pembayaran maupun pembelian barang. Maka tidak perlu diragukan lagi jika Bank Jateng dijadikan mitra. Kareng Bank Jateng adalah bank yang terus mengalami peningkatan dan semakin besar assetnya.

“Bank Jateng berkat dukungan semua unsur dan elemen masyarakat Jawa Tengah terus menjadi bank yang semakin besar. Kebesaran ini juga terbukti bahwa tahun ini Bank Jateng telah naik kelas sehubungan dengan meningkatnya asset yang tadinya Rp 3 trilliun menjadi Rp 5 trilliun. Bahkan dari penilaian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) disebutkan bahwa program Cash Managemen System (CMS) yang dimiliki Bank Jateng merupakan program CMS bank pembangunan daerah terbaik se-Indonesia,” pungkasnya. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *