Dukung E-Retribusi, Pedagang Minta Disdag segera Beri Pelatihan

SEMARANG (Asatu.id) – Mulai bulan Juni, para pedagang pasar tradisional di Kota Semarang harus menggunakan sistem elektronik dalam pembayaran retribusi. Penerapan sistem yang disebut e-retribusi itu, secara simbolis telah dilaunching oleh Wali Kota Hendrar Prihadi yang diwakili Asisten Administrasi Ekonomi Pembangunan dan Kesra, Ayu Entys di Pasar Pedurungan, Jumat (11/5).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perdagangan Fajar Purwoto, Koordinator Bank Jateng Cabang Semarang Siti Ulfa, Danramil dan Kapolsek Pedurungan, serta sejumlah perwakilan pedagang.

Para pedagang sendiri mendukung penggunaan sistem tersebut. Namun mereka berharap Dinas Perdagangan segera memberi pelatihan cara pengoperasian alat elektronik itu agar pada saatnya para pedagang tidak bingung cara menggunakannya.

‘’Ya saya senang dan mendukung, katanya gampang kok (menggunakannya). Tapi ya harus mendapat latihan cara menggunakan bagaimana. Dinas harus segera memberi (pelatihan) kepada kami, apalagi sebagian pedagang sudah berumur, tidak tahu (sistem) online,’’ kata Nanik, salah satu pedagang.

Sejauh ini para pedagang mengaku sudah mendapat sosialisasi rencana diterapkannya siatem itu. Kini yang mereka harapkan segera mendapat pelatihan dari petugas terkait, dalam hal ini Dinas Perdagangan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto menegaskan, pihaknya akan segera memenuhi permintaan para pedagang.

‘’Soal pelatihan segera kami lakukan, karena kami juga punya kepentingan dan target. Targetnya dari 52 pasar di Kota Semarang semuanya sudah menerapkan sistem e-retribusi ini tahun 2019. Dan target retribusi pun pada 2019 akan naik menjadi Rp 33,5 miliar,’’ kata Fajar.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *