Ayu Entys Sampaikan Pesan Walikota Soal Uang Recehan Retribusi

SEMARANG (Asatu.id) – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyampaikan pesan khusus kepada jajaran aparat Pemkot soal uang recehan yang biasanya dikumpulkan dari hasil retribusi, baik dari lingkungan pasar maupun hasil parkir.

Pesan khusus itu disampaikan Asisten Administrasi Ekonomi Pembangunan dan Kesra, Ayu Entys, yang mewakili wali kota pada acara Launching E-Retribusi Pelayanan Pasar di Pasar Pedurungan, Jumat (11/5). Dalam penerapan retribusi sistem online ini, pemkot dalam hal ini dinas perdagangan menggandeng kerja sama dengan Bank Jateng.

“Penerapan e-retribusi tujuan utamanya adalah melindungi aparat Pemkot Semarang, terutama yang bergerak dekat dengan uang. Duit recehan, kalau Pak Wali bilang, kuwi aja dinggo dolanan. Kuwi sing malati,” kata Ayu Entys.

Sehingga, tutur Ayu Entys melanjutkan pesan wali kota, supaya uang recehan itu tidak lama di tangan aparat atau juru pungut, bisa langsung (masuk) ke rekening Bank Jateng.

Tujuan kedua penerapan e-retribusi, kata Ayu Entys, Pemkot Semarang sedang berupaya mengoptimalkan pendapatan. Sebab jika dibandingkan dengan kebutuhan anggaran pembangunan, pendapatan itu masih jauh dan kurang.

“Pak Wali mempunyai kebijakan tidak langsung menaikkan retribusi dan pajak, tetapi mengoptimalkan pendapatan yang ada supaya tidak tercecer di jalan. Kalau itu sudah terlaksana dengan baik, maka Insya Allah pembangunan di Kota Semarang akan semakin lancar lagi,” kata Ayu Entys.

“Uang kita hanya Rp 5,2 trilliun dan harus ngayahi pembangunan se-Kota Semarang, pasti tidak bisa selesai. Sehingga pemkot tidak tinggal diam, misalnya dengan melaksanakan penarikan retribusi dan pajak dengan berbasis elektronik,” tambahnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perdagangan Fajar Purwoto, Koordinator Bank Jateng Cabang Semarang Siti Ulfa, Danramil dan Kapolsek Pedurungan, serta sejumlah perwakilan pedagang.

33

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan