Satriyo Hidayat : Layanan Transportasi Perkotaan Diharap Masuk Bandara

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Satriyo Hidayat mengatakan  saat ini para TKI yang pulang dari luar negeri terpaksa menelepon rumah agar dijemput dan akhirnya mereka dijemput dengan membawa dua hingga tiga mobil, sehingga hal itu menunjukkan pelayanan di bandara belum beres.

“Harapan kami penumpang itu dimuliakan. Dan kalau ditata tidak jadi ribet, tidak jadi kumuh, dan ini hal yang harus disepakati dan dibicarakan dulu,” ujarnya saat ditemui di sela acara Konektifitas Moda Angkutan Lanjutan di Bandara Ahmad Yani Semarang, yang digelar di Hotel Dafam, Jumat (11/5) siang.

Satriyo menambahkan, saat ini para penumpang yang datang banyak ke arah Salatiga, Kudus Pati dan Grobokan. Sedangkan arah barat cenderung penumpang yang ingin naik pesawat mereka biasa naik BRT menuju bandara.

“Penumpang kereta memang banyak, kita harap ada sub stasiun di Amad Yani, jadi kalau mau berangkat dari Stasiun Tawang memang sesuatu waktu yang tidak diprediksi, tapi kalau pulang terlambat dua jam tidak apa-apa,” ujarnya.

Dikatakan, dalam interkoneksi ini, layanan transportasi perkotaan diharapkan akan ada yang masuk ke bandara, apakah nanti Trans Jateng atau Trans Semarang.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *