DPRD Dukung Langkah Disdag Hentikan Permainan di Eks Yaik Baru

SEMARANG (Asatu.id) – Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Sugihartono, mengapresiasi langkah yang dilakukan Dinas Perdagangan yang melarang operasional wahana permainan di lahan bekas Yaik Baru, dekat Masjid Agung Semarang (MAS) atau Masjid Kauman.

Menurut Sugihartono, langkah yang diambil oleh Dinas Perdagangan sesuai dengan harapan takmir Masjid Kauman, yang mengeluhkan keberadaan wahana permainan itu, karena mengganggu proses peribadatan di masjid. Apalagi menghadapi bulan Ramadan.

“Seharusnya ada koordinasi dari pihak yang mengeluarkan izin sebelum wahana permainan itu menempati lokasi. Tidak mungkin lokasi dekat masjid ada wahana permainan sebesar itu, pasti mengganggu. Apalagi di bulan Ramadan yang memerlukan kekhusyukan ibadah. Sementara permainan itu bikin bising dengan dari suara yang ditimbulkan,” tutur Sugihartono.

Politisi Partai Demokrat itu juga menyarankan agar Dinas Perdagangan meninjau ulang soal izin yang dipegang pengelola wahana permainan.

“Sangat mengherankan izin di lokasi dekat masjid bisa keluar. Padahal jenis permainannya seperti itu. Selain dekat dengan masjid, lokasi tersebut seharusnya steril untuk menjaga perasaan pedagang yang sudah pindah dari lokasi yang akhinya dibongkar itu,” ujar Sugihartono.

Seperti diketahui, wahana permainan yang ada di depan Masjid Kauman merupakan jenis permainan besar. Ada komedi putar dan tong setan yang mengeluarkan suara memekakkan telinga, sehingga bisa mengganggu masyarakat yang sedang beribadah di masjid Kauman. Lokasi itu juga masih dalam tahap pembongkaran setelah pedagangnya direlokasi.

”Maka tidak pas saat ini jika ada wahana permainan yang berdiri di atas lahan tersebut. Pedagang kan baru saja direlokasi. Bagaimana perasaan mereka jika tahu bekas lokasi jualannya saat ini digunakan pihak lain, sementara mereka diauruh pergi dengan alasan mau dibongkar,” tuturnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *