Dinas Perdagangan Hentikan Operasional Wahana Permainan di Eks Yaik Baru

SEMARANG (Asatu.id) – Dinas Perdagangan Kota Semarang akhirnya menghentikan operasional wahana permainan di eks lahan Yaik Baru, karena dianggap melanggar izin prinsip. Wahana permainan besar itu sempat dikeluhkan pengurus takmir Masjid Agung Semarang (MAS) atau Masjid Kauman.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat kepada pihak pengelola wahana permainan. Isi surat intinya memberi peringatan kepada pengelola agar tidak mengoperasikan lagi wahana permainan tersebut.

”Sudah kita beri surat teguran agar tidak beroperasi lagi. Sebab sesuai hasil kesepakatan bersama, wahana permainan besar dipusatkan di area Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT),” kata Fajar.

Menurut Fajar, tujuan wahana permainan besar ditempatkan di pasar MAJT agar pedagang yang di relokasi di sana lebih ramai dikunjungi pembeli. Di lahan eks Yaik Baru untuk wahana permainan anak-anak sesuai izin yang dikeluarkan Takmir Masjid Kauman.

Sementara itu, pihak Masjid Agung Semarang (MAS) atau Masjid Kauman juga mengaku, izin yang dikeluarkan tidak meliputi wahana permainan besar.

”Wahana yang diizinkan di Yaik Baru hanya untuk permainan anak yang tidak terlalu besar, karena tempatnya berdekatan dengan masjid. Juga pelaksanaannya tidak mengganggu aktivitas kegiatan ibadah. Wahana permainan kecil sudah ada sejak 2005,” kata Sekretaris Takmir MAS, Muhaimin.

22

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan