E-Retribusi Bukti Dukungan Pemkot pada Program Nontunai Pemerintah Pusat

SEMARANG (Asatu.id) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan, penerapan sistem pembayaran retribusi di kalangan pedagang dengan cara elektronik atau e-retribusi, merupakan salah satu bukti konsep smart yang Kota Semarang terapkan di dalam membangun kota ini telah mampu diterjemahkan dengan baik oleh seluruh komponen masyarakat.

“Konsep smart itu sendiri berarti sistematis, terhubung dengan sistem, mudah diawasi dan bisa dipercaya. E-retribusi akan mengubah jalur birokrasi yang selama ini kita lakukan dan ada kepastian waktu,” kata wali kota dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Bidang Administrasi Ekonomi Pembangunan dan Kesra, Ayu Entys pada acara launching E-Retribusi Pelayanan Pasar, Jumat (11/5).

Kegiatan yang dipusatkan di Pasar Pedurungan itu dihadiri Kepala Dinas Perdagangan Fajar Purwoto, Koordinator Bank Jateng Cabang Semarang Siti Ulfa,  Danramil dan Kapolsek Pedurungan, serta sejumlah perwakilan pedagang.

Jika membicarakan soal e-retribusi, menurut wali kota yang akrab dipanggil Hendi itu, adalah bentuk dukungan Pemkot Semarang terhadap program pemerintah pusat dalam mewujudkan program nontunai.

“Pemerintah menargetkan tahun 2020 Indonesia harus menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di ASEAN. Pemerintah memiliki dasar yang kuat dalam menargetkan program ini. Salah satunya adalah melihat fakta-fakta bahwa perilaku masyarakat Indonesia sangat berorientasi pada digital,” kata Hendi.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, dalam penerapan e-retribusi bagi para pedagang, pihaknya bekerja sama dengan Bank Jateng. Bahkan dimungkinkan lagi dengan bank lain seperti Bank BNI. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *