Tangani Keluhan Masyarakat, Wali Kota Minta PDAM Bergerak Cepat

SEMARANG (Asatu.id) – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, melakukan tinjauan ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu milik PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Rabu (9/5).

Hal ini dilakukan lantaran banyaknya keluhan dari warga terkait aliran air yang tidak lancar bahkan tidak mengalir.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi tersebut marah kepada pimpinan PDAM karena tidak dapat menjawab pertanyaan tentang berapa jumlah komplain yang masuk selama dua minggu terakhir.

Emosinya semakin naik kala jajaran PDAM tersebut justru mengaku baru akan merekap laporan-laporan pada hari itu.

“Yang namanya laporan masyarakat itu harus diperhatikan sama Pak Dirut (Direktur Utama) dan Pak Dirtek (Direktur Teknik), dicek benar atau nggak laporan-laporan itu,” ujarnya dengan nada marah.

Hendi meminta PDAM segera bergerak menindak lanjuti keluhan masyarakat tersebut dengan mencari pasokan air dari daerah sekitar apabila debit air tidak mencukupi.

“Harus didatangi itu warga yang lapor, jangan cuma sekedar jawab akan ditindaklanjuti. Masyarakat nggak butuh itu,” katanya.

Untuk mengalirkan air di wilayah timur Kota Semarang, PDAM butuh pasokan air 900 sampai 1.200 liter per detik. Namun saat ini kondisinya hanya ada sekitar 600 liter per detik.

“Saya minta mulai hari ini upayakan air dari Dombo, Sayung, di Kabupaten Demak untuk bisa masuk ke instalasi Kudu ini. Usahakan 300 liter air per detik bisa masuk dari Dombo,” tegasnya. (is)

16

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan