Ini Permintaan Sekda Jateng demi Kelancaran Arus Mudik Lebaran 2018

SEMARANG (Asatu.id) – Jelang arus mudik 2018, Pemerintah Provinsi Jateng terus berupaya dalam kelancaran siklus tahunan tersebut, mengingat Jawa Tengah menjadi provinsi penyambung Jawa Barat dan Jawa Timur.

Sekda Jateng, Sri Puryono mengatakan beberapa hal yang harus mendapat perhatian pemerintah, antara lain ketersediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau oleh semua lapisan masyarakat, stok tunai di bank maupun ATM, keselamatan dan kelancaran lalu-lintas berkaitan dengan sarana angkutan mudik.

“Selain itu, infrastruktur transportasi beserta kelengkapannya dengan dukungan BBM yang memadai, serta keamanan dan ketertiban lingkungan masyarakat juga harus diperhatikan,” ujarnya, Rabu (9/5).

Terkait upaya di bidang lalu-lintas, nantinya akan ada pengaturan pemanfaatan jalan tol yang belum beroperasi. Diaman akan dilakukan sistem buka tutup sesuai kebutuhan. Penyelesaian jalan tol juga diharapkan dapat dipercepat, dengan memperbanyak exit tol, setidaknya exit tol sementara.

“Pada mudik mendatang rencananya akan difungsikan sementara ruas tol Salatiga-Boyolali untuk satu arah. Sementara, ruas tol Kartasura-Ngawi akan dioperasionalkan,” imbuhnya.

Untuk tol dari wilayah barat mulai dari ruas Pejagan-Pemalang, tepatnya exit tol Gandulan sampai Krapyak dapat dilalui secara fungsional. Sedangkan pada exit Pemalang barat dan Gandulan, akhir jalur tol berbayar di ruas Tol Pejagan-Pemalang perlu ada rekayasa lalu lintas.

Sekda juga meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk terus berkoordinasi agar ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat aman. Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan moda transportasi umum, sehingga dapat menekan jumlah kendaraan yang setiap tahunnya selalu meningkat saat arus mudik dan balik Lebaran. (is)

 

 

 

14

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan