Undip Dampingi Peserta Ujian Berkebutuhan Khusus

SEMARANG (Asatu.id) – Seperti tahun sebelumnya, pelaksanaan ujian masuk SBMPTN 2018 di Panlok 42 Semarang dipisahkan dalam kelompok Sosial Humaniora (Soshum) di Sub Panitia Lokal (Panlok) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Kelompok Sain dan Teknologi (Saintek) di Sub Panlok Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan kelompok campuran di Sub Panlok di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.

Selain itu ujian juga digelar di Universitas Tidar Magelang yang empat tahun ini sudah berubah status menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Sebanyak 18.490 peserta dari kelompok Soshum akan mengikuti seleksi ujian masuk SBMPTN 2018 berlokasi di Undip dan beberapa SMA di Semarang.

Mereka akan mengikuti ujian masuk dengan menggunakan sistem UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) sebanyak 460 peserta dan UTBC (Ujian Tulis Berbasis Cetak) sebanyak 18.030 peserta.

Rektor Undip, Prof Dr.Yos Johan Utama, SH.M.Hum menegaskan bahwa animo masyarakat untuk memilih Undip masih cukup tinggi dan meningkat dari tahun ke tahun.

“Tahun ini peserta SBMPTN yang memilih Undip sebanyak 86.316 peserta, yang tersebar mengikuti ujian SBMPTN di seluruh Panlok,” tegasnya di sela-sela meninjau ujian seleksi di Kampus Undip, Kawasan Tembalang, Kota Semarang, Jateng Selasa (8/5).

Mantan Dekan Hukum ini menjelaskan, sejumlah pendaftar tercatat 32.223 peserta menjatuhkan pilihan Undip sebagai pilihan pertama; 31.796 peserta menjatuhkan pilihan kedua Undip dan 22.297 memilih Undip pada pilihan ketiga.

Dari sebanyak pendaftar tersebut, hanya akan diambil minimal 30% dari kuota penerimaan mahasiswa baru. Jadi persaingan masuk menjadi mahasiswa Undip melalui jalur SBMPTN sangat ketat,” jelasnya.

Yos menambahkan, berdasarkan data pilihan peserta, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Hukum tercatat sebagai fakultas yang masih di favoritkan. Artinya, di dua fakultas ini persaingan akan sangat ketat untuk memperebutkan satu kursi sebagai mahasiswa.

Sekretaris Sub Panlok Undip Prof Edy Riyanto yang mendampingi Rektor melakukan monitoring, menyampaikan bahwa ada dua peserta kelompok Soshum dalam kategori berkebutuhan khusus. Mereka akan mengikuti ujian SBMPTN dengan pendampingan oleh pengawas yang ditunjuk panitia.

Undip berkomitmen untuk memfasilitasi semua peserta. Adapun pendampingan peserta yang berkebutuhan khusus diberikan hanya apabila mereka benar-benar membutuhkan, misalnya mereka yang tuna netra, sehingga perlu ada pendampingan untuk membacakan soal atau petunjuk/ketentuan soal tersebut,” terangnya.

Guru Besar Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip ini membeberkan, bersamaan dengan ujian masuk SBMPTN, juga dilaksanakan kegiatan wajib hadir dan lapor diri bagi peserta yang diterima melalui jalur SNMPTN, yang dipusatkan di kampus Undip Tembalang dan Pleburan.

Sementara, Kepala Biro Administrasi Akademik Undip Embun Setyawan menyatakan, mereka yang sudah diterima melalui jalur SNMPTN, diwajibkan hadir untuk melakukan lapor diri dan melakukan test kesehatan maupun kegiatan verifikasi dan registrasi yang telah dijadwalkan panitia.

Mereka yang tidak hadir dan lapor diri pada hari Selasa (8/5) dianggap mengundurkan diri dan akan kami coret,” katanya.

Embun menambahkan, animo masyarakat untuk masuk Undip melalui jalur SNMPTN juga masih cukup tinggi. Bahkan berdasarkan jumlah peminat di jalur SNMPTN Undip tercatat sebagai PTN terfavorit ranking 2 secara nasional.

“Sebanyak 61.531 peserta dari 5284 asal sekolah di 35 propinsi, telah memilih Undip melalui jalur SNMPTN, baik pada pilihan pertama maupun pilihan kedua. Adapun yang diterima melalui jalur ini sebanyak 2.929 peserta, yang terdiri dari 1.839 prodi saintek dan 1.090 prodi soshum,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *