Pentas Seni SMP 17 Pamerkan Karya Kartunis dari 32 Negara

SEMARANG (Asatu.id) – SMP Negeri 17 Semarang akan menggelar pentas seni dalam rangka pelepasan siswa kelas IX pada Sabtu (12/5/2018) mendatang. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pentas seni kali ini diramaikan dengan pameran kartun internasional. Pameran ini berkejasama dengan Gold Pencil dan Union of World Cartoonist (UWC) yang berbasis di Turki.

Pendiri Gold Pencil sekaligus perwakilan UWC Indonesia, Jitet Koestana pameran kartun di SMP N 17 mengangkat tema buku. Dia menyebutkan, pameran masih serangkaian peringatan hari buku dunia dan digelar di sejumlah negara. “Pameran serupa juga digelar di Brasil, Perancis, Yaman, Kosta Rika, Kolombi dan Turki. Ada 52 karya dari 32 negara yang akan dipamerkan,” kata Jitet.

Kartunis yang berpartisipasi dalam pameran ini yaitu dari Indonesia, Rusia, Romania, Kanada, Brasil, Turki,  Italy, Venezuela, Kolombia, Mesir, Lebanon, Indonesia, Uzbekistan, Ukraina, Belgia, Serbia, Afganistan, Spanyol, Portugal, Belarus, Kosovo, Perancis, Maroko, Armenia, Yaman, India, Costa Rika, Chile, China, Belanda,  Azerbaijan dan Belarus.

Menurut Jitet, SMP N 17 dipilih sebagai tempat pameran karena sekolah tersebut memiliki program pembinaan menggambar kartun. Selain itu, peserta didiknya juga banyak yang berprestasi di tingkat internasional.

Ketua panitia pameran, Hannani Trishima Anjani mengatakan, pameran kartun internasional di SMP N 17 merupakan yang pertama kali. Menurutnya, itu capaian yang sangat membanggakan. Ia berharap, pameran tersebut bisa memotivasi adik kelas dan teman-temannya untuk giat berkarya.

“Saya sebagai ketua panitia merasa bangga. Apalagi didukung oleh Presiden UWC Ahmed Altay  dan perwakilan UWC Indonesia Pak Jitet Koestana,” kata siswi kelas IX itu.

Kepala SMP N 17, Hariyanto Dwiyantoro mengatakan, pentas seni dan pameran kartun internasional di sekolahnya dalam rangka mendidik anak-anak bangsa sekaligus membekali pengalaman hidup siswa. Menurutnya, berbagai upaya harus dilakukan. Tak hanya prestasi akademik yang ditonjolkan, tetapi potensi lainnya juga perlu digali.

“Salah satunya, yang dilakukan oleh SMP N 17 Semarang, menggugah daya imajinasi siswa lewat kartun,” katanya.

Dia menyebut, hasil yang dicapai hebat dan luar biasa. Para siswa yang menggeluti lomba kartun di tingkat internasional bisa berprestasi sebagai juara. “Bravo SMP Negeri 17 Semarang,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *