Direktur Teknik PDAM Juga Didesak Mundur

SEMARANG (Asatu.id) – Tidak hanya Plt Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) PT Tirta Moedal Kota Semarang, M Farchan, yang didesak mundur, tetapi juga Direktur Teknik (Dirtek), Ali, disarankan ikut menanggalkan jabatannya di PDAM.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, sehubungan dengan kejadian dua pejabat direksi PDAM Kota Semarang yang “disemprot” Wali Kota Hendrar Prihadi saat melakukan kunjungan mendadak, Senin (7/5). Wali kota yang akrab dipanggil Hendi itu merasa kecewa dengan kinerja direksi PDAM dalam mengantisipasi keluhan masyarakat.

“Direktur teknik itu juga yang paling bertanggunjawab. Dirtek harusnya menguasai persoalan teknis PDAM berikut antisipasinya ketika ada kejadian force majeur,” kata Supriyadi.

Soal keluhan terhadap kinerja PDAM, lanjut Supriyadi, kali ini merupakan yang terparah dalam kurun waktu setahun ini. Seolah-olah PDAM lepas tangan dan kurang kontrol untuk mengantisipasi kejadian ini.

“Tidak hanya wali kota yang mendapatkan keluhan ini, tapi juga sebagian anggota dewan menerima keluhan karena matinya air dengan cakupan wilayah yang sangat luas,” ujarnya.

Itu sebabnya, tutur Supriyadi, Direktur Teknik Ali yang merupakan Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Semarang, harus bertanggung jawab. Karena dia yang paling tahu terkait persoalan teknis kelangkaan pasokan suplai air di Instalasi Pengolahan Air (IPA).

Supriyadi berharap dengan digantinya pejabat dua direksi di PT Tirta Moedal itu, maka kejadian ini tidak akan terulang kembali. “Sebab jika sampai terulang maka untuk memulihkan kepercayaan masyarakat kepada PDAM akan sulit,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *