Takmir Masjid Kauman Keluhkan Wahana Permainan di Eks Yaik Baru

SEMARANG (Asatu.id) – Keberadaan wahana permainan pasar malam di lahan eks Yaik Baru yang beroperasi tiap malam hari, dikeluhkan oleh Takmir Masjid Agung Semarang (MAS) atau Masjid Kauman dan warga sekitar, karena mengganggu kenyamanan aktivitas peribadatan di masjid.

Dari pantauan Asatu.id, saat ini sejumlah wahana permainan tampak terpasang dan siap operasional, antara lain kincir angin, tong setan dan komedi putar. Padahal di area tersebut juga masih berlangsung pembongkaran bekas bangunan eks Pasar Yaik Baru. Sejumlah alat berat pun masih melakukan pekerjaan.

Sekretaris Takmir Masjid Agung Semarang (MAS), Muhaimin, menyampaikan keluhannya dan mengaku tidak tahu jika arena Yaik Baru bakal untuk tempat wahana permainan besar.

Menurut Muhaimin, keberadaan arena permainan itu dipastikan mengganggu kegiatan di masjid dan dipermasalahkan para pedagang yang sebelumnya berjualan di lokasi tersebut dan kini direlokasi ke beberapa tempat.

“Wahana permainan itu pasti dilengkapi dengan pengeras suara, dan itu mengganggu kegiatan di masjid. Kami minta keberadaan wahana permainan di lokasi itu harus ditinjau ulang,” ujarnya, Senin (7/5).

Lebih lanjut, Muhaimin menuturkan, tradisi megengan (pasar tiban jelang Ramadan) tetap harus dilaksanakan di sekitar area tersebut setiap tahun sebagai tradisi dan kebudayaan di Kota Semarang.

”Kami juga menyelenggarakan wahana permainan, tapi terbatas dan tidak menempati eks Yaik Baru. Istilahnya mini dugderan. Kalau untuk wahana permainan besar bisa ditempatkan di lokasi area Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Lahan lebih luas dan bisa menghidupkan area relokasi pedagang eks Pasar Johar yang berjualan di sana,” tutur Muhaimin.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *