Kalangan Pengusaha Siapkan Anggaran Uang Lembur

SEMARANG (Asatu.id) – Para pengusaha tengah menyiapkan upaya menyikapi keputusan pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang ditetapkan 18 April 2018, yang memperpanjang cuti bersama Lebaran dari empat hari menjadi tujuh hari kerja mulai 11 Juni hingga 20 Juni 2018.

Salah satu upaya yakni dengan menyiapkan anggaran tambahan berupa uang lemburan bagi para buruh pabrik yang bekerja selama momentum Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah nanti.

“Tentu kami sesalkan sikap pemerintah yang memilih memperpanjang cuti Lebaran. Masa cuti Lebaran yang diperpanjang sampai tujug hari sama saja memperberat kinerja tiap perusahaan padat karya yang ada di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah,” ujarnya, Senin (7/5).

Terkait pemberian uang lmbur, pihaknya mengaku bahwa nantinya uang lembur akan diberikan dalam jumlah bervariasi. Pencairan uang lembur tergantung masa kerja tiap buruh.

“Kita kecewa dengan kondisi Lebaran tahun ini. Tetapi, mau enggak mau kita harus siapkan uang lembur jika ada buruh yang masuk kerja saat Lebaran nanti. Jika cutinya diperpanjang pasti pabrik-pabrik banyak yang berhenti beroperasi mengingat buruh ikut cuti bersama yang ditetapkan pemerintah,” imbuhnya.

Padahal, menurutnya, momentum Lebaran digunakan sebagian perusahaan untuk mengekspor barang ke luar negeri. Lebih lanjut, pihaknya juga akan menjadwal ulang transaksi ekspor barang saat Lebaran.

“Ini yang paling merepotkan bagi para pengusaha. Padahal momentum Lebaran itu digunakan sebagian perusahaan untuk mengekspor barang ke luar negeri,” tukasnya

Karena itulah, ia akan melobi pemerintah melalui kementerian terkait untuk menyikapi perpanjangan cuti bersama Lebaran. Dengan begitu, ia berharap bisa memberikan alternatif kebijakan yang menguntungkan kedua belah pihak. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *