Hipmi Jateng segera Realisasikan Program Santrenpreneur

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD Hipmi) Jateng, Ferry Firmawan mengatakan, pihaknya segera merealisasikan sejumlah program menyangkut pemberdayaan ekonomi, terutama yang menyasar lingkungan pesantren.

Pondok pesantren, menurut Ferry, dinilai memiliki potensi dalam pembentukan karakter dan kemandirian yang bermanfaat bagi penguatan perekonomian. Dengan adanya kerja sama, Hipmi bisa membekali para santri agar jiwa wirausahanya bisa tumbuh dan berkembang lebih terarah.

“Para santri sebenarnya memiliki spirit kemandirian dan kewirausahaan yang diajarkan oleh para pengasuh pesantrennya. Nah, Hipmi Jateng hadir untuk bertukar pengalaman tentang kewirausahaan. Kami menyebut dengan istilah Santrenpreneur. Program ini akan kami realisasikan pada bulan puasa mendatang,” kata Ferry.

Setidaknya, lanjut anggota Komisi B DPRD Jateng itu, ada enam pondok pesantren di wilayah eks karesidenan di Jateng yang akan diajak kerja sama. Hipmi Jateng akan menjalin kerja sama dengan Monash Institute dan Form Institute Semarang yang sudah lama membangun kemitraan dengan pondok pesantren se-Indonesia.

“Perlu diketahui bahwa santri dapat menjadi enterpreneur hilir dan tidak cengeng menghadapi segala bentuk kondisi. Kami yakin nantinya Santrenpreneur akan menjadi sarana untuk melahirkan enterpreneur yang berkarakter agamis. Inilah salah satu upaya mengatasi persoalan tenaga kerja,” tambahnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *