Fadli Zon Pertanyakan SOP Brimob Datangi Kantor DPC Gerinda Semarang

SEMARANG (Asatu.id) – Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon sambangi Kantor DPC Gerindra di Jalan Durian, Banyumanik Semarang terkait kedatangan personel Brimob di kantor Gerindra Sabtu (5/5).

Da mengungkapkan kedatangan pasukan brimob di kantor Gerindra merupakan tindakan intimidasi. Dia juga tak terima kadernya juga telah meminta maaf kepada polisi.

“Tapi kalau menyangkut institusi harus ada kejelasan. Harus ada klarifikasi, intimidasi karena kita (Gerindra) ini di luar pemerintahan harus adil,” ujar Fadli , Minggu malam (6/5).

Apa dilakukan polisi dengan pengawasan kantornya merupakan bagian dari operasi ilegal yang tidak disertai standar operasional prosedur yang jelas.

“Tunjukkan Standard Operating Procedure (SOP)nya, suratnya mana, operasi apa itu namanya kalau mendatangi (kantor) parpol? Apakah membawa senjata laras panjang? Kita ini bukan teroris? Dengan membawa laras panjang saja sudah intimidatif,” jelas Fadli.

Fadli menambahkan kedatangan anggota Brimob Polda Jateng diduga terkait isu pengerahan massa oleh simpatisan Gerindra di area car free day (CFD) Simpang Lima. Selain pengerahan massa, simpatisan juga dikabarkan akan membagikan kaos bertuliskan #2019GantiPresiden.

“Aneh, kalau pun ada rencana itu sebenarnya enggak masalah. Ada pengerahan massa dan bagi kaos juga enggak masalah. Hashtag 2019 Ganti Presiden itu konstitusional. Jadi mana yang melanggar hukum?,” pungkasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *