Jelang Ramadan, Juliari P Batubara‎: Pedagang Jangan Timbun Bahan Pokok

SEMARANG (Asatu.id) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fraksi PDI Perjuangan, Juliari P Batubara‎ mengatakan, naiknya harga bahan pokok penting menjelang Ramadan diharapkan tidak dimanfaatkan pedagang dalam menimbun bahan pokok dalam jumlah besar.

“Kami meminta agar pedagang ini tidak memanfaatkan momentum jelang ramadhan ini untuk menimbunan bahan pokok. Sehingga merugikan masyarakat,” ujarnya  saat, Pasar Murah di Kecamatan Candisari. Semarang, Jumat (4/5).

Juliari menghimbau masyarakat gar memiliki skala prioritas dalam berbelanja. Tidak berlebihan dalam berbelanja menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Menurutnya, jika masyarakat berlebihan dalam berbelanja, akan mempengaruhi permintaan pasar yang meningkat drastis.

“Kalau kita harapkan dengan harga yang sama di bulan lainnya berat. Karena memang kebiasaan belanjaan lebih meningkat di bulan Ramadhan. Tapi kami menganjurkan agar masyarakat tidak berbelanja berlebihan. Jangan berlebihan karena nanti dampakyna harga bisa naik drastis,” imbuhnya.

Terkait langkah pemerintah, dia menyatakan saat ini Pemerintah sudah membentuk  Tim Satgas Pangan yang mempunyai tugas, salah satunya, memastikan agar tidak ada pedagang yang memanfaatkan peningkatan permintaan dengan menimbun bahan pokok dalam jumlah besar. Dimana akan dilepas dengan harga tinggi.

“Kami di DPR juga saat kita turun ke bawah, kalau kenaikan dalam kewajaran masih kita toleransi lah. Kedua memastikan tidak ada pedagang yang menimbun barang dengan jumlah banyak. Untung haruslah, tapi tidak curang dengan menimbun barang terus dilepas karena memanfaatkan momentum,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Candisari, Moeljanto menambahkan dalam pasar murah tersebut disediakan 550 paket sembako. Di mana satu paket tersebut dijual dengan harga Rp 50 ribu rupiah.

“Paket senilai 100 ribu rupiah itu  kita jual Rp 50 ribu rupiah. Paketya ada 4 kg beras, 10 bungkus mie instan, 1kg gula pasir, 1 liter minyak goreng, 1 bungkus kecil teh celup,” tuturnya.

“Ada kupon dalam pembelian sembako itu, sebanyak 550. Itu kita prioritaskan untuk PKK Kec Candisasi, dan masyarakat yang benar benar membutuhkan,” tukasnya. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *