Sempat Coba Berbagai Profesi, Dokter Gigi Ini Sukses Jadi Pengusaha Pastry

SEMARANG (Asatu.id) – Menjadi satu satunya anak perempuan dari enam bersaudara di keluarganya, membuat Perempuan bernama lengkap Drg. Dewi Puspa Kurnia ini dibatasi pergaulannya, sehingga sejak kecil ia hanya bisa bermain dirumah.

Ia pun kerap mengamati orang memasak di kediamannya karena tidak ada kegiatan. Dari situlah, Dewi panggilan akrabnya menjadi sosok yang gemar memasak. Bahkan sejak SD dirinya sudah bisa memasak sendiri.

Kebiasaannya memasakpun berlanjut hingga sekarang, Tepatnya saat beberapa waktu lalu sedang booming roti artis. Ia pun telah mencoba semua jenis roti artis mulai dari Surabaya, Jogja , Semarang dan sebagainya.

Satu hal muncul dipikirannya, kenapa hanya roti artis dan tidak ada pastry. Muncullah ide darinya untuk mengembangkan pastry.

Dewi pun perlahan mulai membuat trial dan mencoba memperkenalkan pastry buatannya melalui Facebook. Respon positifpun ia dapatkan dari berbagai kalangan,terutama para sahabatnya. Dari situ, customer pun berdatangan dengan sendirinya.

Kini Usaha Pastry milik Dewi pun berkembang pesat, bahkan baru baru ini dirinya telah mendirikan sebuah outlet bernama de’Pastry.

“Alhamdulillah, setelah buka PO saya ketemu teman saya yang ternyata adeknya adalah seorang konsultan rumah makan. Dari situ , kita ngobrol ngobrol ketemu ide , konsep dan jadilah de’Pastry ini yang resmi dibuka tanggal 11 April kemarin,” ungkap Dewi kepada Asatu.id.

Perempuan yang sebelumnya pernah berprofesi sebagai Dokter gigi dan juga Dosen inipun mengungkapkan, nama de’Pastry sengaja diambil karena merupakan inisial dari namanya.

Selain pastry, produk yang diunggulkan dari usaha milik Dewi ini adalah meatroll. Makanan yang sejak lama telah diproduksi dan dijual Dewi via online. Bahkan, saking terkenalnya, Dewi kerap disebut dengan Bundha Meatroll.

Meski meatroll buatannya telah dikenal banyak orang, Dewi tak berhenti membuat inovasi. Terbukti hingga saat ini meatroll miliknya semakin banyak variannya. Mulai dari yang original, spesial, black paper dan mushroom.

Banyaknya persaingan bisnis di bidang kuliner tak membuat perempuan yang pernah bergelut dibidang garment ini berkecil hati. Menurutnya, Tuhan sudah mengatur rezeki masing masing orang. Tergantung bagaimana orang tersebut berusaha dan mempertahankan usahanya.

Ia pun bersyukur, usahanya bisa berkembang dan dikenal dari mulut ke mulut. Hal lain yang selalu ia lakukan adalah membangun chemistry dengan para pelanggannya. Berbagai promo pun ia tawarkan saat hari hari besar. Karena baginya pelanggan itu lebih penting dan tidak hanya sekedar mampir sekali. (Lasmie)

21

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan