Dukung Program Pemerintah, Paryono Legowo Pindah

SEMARANG (Asatu.id) – Satu di antara puluhan pedagang ikan Pasar Rejomulyo Lama atau Pasar Kobong yang bersedia pindah ke Pasar Rejomulyo Baru adalah Paryono (52).

Bapak dua anak ini sudah sejak Januari lalu meninggalkan los dagangan ikannya di Pasar Kobong. Kini ia sudah merasakan kenyamanannya berdagang ikan basah di tempat yang baru, yang jaraknya hanya sekitar 20 meter dari tempat yang lama.

“Saya sadar pemerintah memberi tempat yang baru tentu tujuannya baik. Kalau ada sedikit kekurangan itu wajar karena memang baru selesai dibangun. Tapi kan pemerintah sudah janji akan segera memenuhi permintaan pedagang,” katanya.

Paryono memulai bisnis dagang ikan basah sejak 2012. Sejak awal ia menyadari bahwa tempat berjualannya di Pasar Kobong sifatnya sewa. Sehingga sewaktu-waktu diminta pindah harus mau.

“Haknya itu sewa atau hak pakai, bukan hak milik. Maka disuruh pindah ya mau saja. Tempatnya baru, dan tidak jauh dari Pasar Kobong. Pemberitahuannya juga jauh-jauh hari sejak pasar mulai dibangun. Fasilitas juga memadai, ada air dan listrik. Tidak mungkin pemerintah bermaksud menyengsarakan,” tutur Paryono saat ditemui di Pasar Rejomulyo Baru, Semrang, Kamis (3/5).

Kini di tempat yang baru, aktivitas Paryono sebagai pedagang ikan basah tidak ada bedanya dengan sebelumnya. Tiap tengah malam dia harus berkutat dengan berton-ton ikan basah kiriman dari Tulungagung, Cirebon, Demak, Indramayu, Kendal, Cilacap, Banyuwangi dan beberapa daerah lainnya.

“Setiap hari tiap pedagang harus ngurusi sekitar 5 ton ikan basah. Jadi jumlah kiriman ikan yang datang tinggal dikalikan saja dengan jumlah pedagang yang lebih dari 60 orang. Ini butuh tempat strategis seperti pasar yang baru ini. Di sini losnya tidak saling membelakangi, tetapi dibuat menghadap sama dan berjejer. Kurang apa pemerintah?,” kata Paryono.

Dari bisnisnya ini, lelaki yang tinggal di Sawah Besar Kaligawe itu mengaku bersyukur karena setiap hari bisa mendapatkan untung ratusan ribu. Apalagi sejak pindah Januari lalu, Paryono dan teman-temannya belum ditarik retribusi atau uang sewa alias gratis. (is)

36

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan