Aksi damai Jurnalis peringati Hari Buruh

SEMARANG (Asatu.id) – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang dan Serikat Pekerja Lintas Media (SPLM) menggelar aksi damai di Bundaran Jalan Pahlawan, Kota Semarang dalam Peringatan Hari Buruh 2018, Selasa (1/5).

Aksi yang diikuti oleh puluhan jurnalis dari berbagai media di Kota Semarang tersebut menyuarakan berbagai tuntutan perburuhan yang selama ini banyak diabaikan oleh para pengelola media.

Ketua Serikat Pekerja Lintas Media (SPLM) Jawa Tengah, Abdul Mughis menyatakan hingga detik ini Undang – Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan hanya menjadi tumpukan kertas “kitab suci” yang mangkrak oleh pengelola media di Jawa Tengah dan Kota Semarang.

“Faktanya, hingga kini masih banyak pekerja di industri media baik jurnalis, fotografer, layout, marketing, office boy, maupun sekuriti digaji jauh di bawah Upah Minimum Kota (UMK),”  ujar Mughis.

Mughis mencontohkan, sejumlah media di Kota Semarang hanya memberikan gaji pokok di kisaran Rp. 1 juta. Hal ini sangat jauh dari standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) 2018 Kota Semarang yang ada di angka Rp. 2,7 juta (Survei Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional Kota Semarang).

“Bahkan yang lebih mengenaskan lagi, dengan upah jauh dari layak, perusahaan belum memberikan Jaminan Kesehatan (BPJS / Jamsostek) serta Jaminan Hari Tua,” pungkas Mughis.

35

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *