AJI Semarang tuntut hapus jurnalis kontributor

SEMARANG (Asatu.id) – Dalam aksi Hari Buruh 2018, AJI Kota Semarang dan SPLM Jawa Tengah juga menuntut pengelola media untuk menghapus penerapan jurnalis kontributor.

Sebab, penerapan jurnalis kontributor mengakibatkan kerugian bagi jurnalis, karena seringkali perusahaan media mencari celah untuk menghilangkan hak tenaga kerja.

Koordinator Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang, Aris Mulyawan mengatakan masih banyak pengelola media yang tidak memberikan status pekerja media mulai dari kontrak hingga karyawan tetap sesuai dengan Undang – Undang Ketenagakerjaan, sehingga tak ada jenjang karir yang jelas bagi pekerja media.

“Hak libur, cuti tahunan, maupun hak cuti haid bagi karyawati, uang lembur bagi pekerja yang melebihi 8 jam setiap hari, dan Tunjangan Hari Raya (THR) harus dijalankan,” ujar Aris, Selasa (1/5).

Bahkan, fenomena yang tak kalah menyedihkan, banyak pekerja media di PHK serta tidak mendapatkan pesangon sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Undang – Undang Ketenagakerjaan.

“Pekerja media seringkali menjadi korban eksploitasi tenaga kerja, rawan ditipu oleh para pengelola media yang menuntut bekerja secara maksimal dengan gaji yang minimal. Padahal, pekerja media haruslah bekerja secara profesional dan proporsional,” pungkas Aris.

29

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan