Industri Jamu Makin Diminati Pelaku Usaha

SEMARANG (Asatu.id) – Direktur Eksekutif Dewan Pimpinan Daerah Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia (GP Jamu), Stefanus Handoyo Saputro, mengatakan masyarakat sekarang ini semakin mengarah ke produk herbal sebagai bahan alami untuk menjaga kesehatan.

Hal ini diungkapkan Stefanus saat diskusi diskusi “Njamu Bareng Bersama Disporapar Jateng”  bertajuk “Meningkatkan Daya Saing Jamu Tradisional”,  di Grand Arkenso Parview Hotel, Senin (30/4) malam.

“Karena mereka memandang, dengan produk herbal memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda dengan produk farmasi lainnya, dan harganya juga lebih terjangkau,” jelasnya.

Stefanus menambahkan dengan kondisi masyarakat yang semakin menginginkan produk-produk herbal inilah menjadi peluang besar yang harus direspon oleh pelaku usaha yang bergerak di bidang industri jamu.

“Untuk bisa bertahan di industri jamu, pelaku industri harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan konsumen. Karena itu, dibutuhkan inovasi untuk menyesuaikan pasar,” ungkapnya.

Tidak hanya pasar lokal, lanjut dia, namun juga harus mampu mengikuti pasar internasional, sehingga produk jamu dari Indonesia bisa diminati di mancanegara.

“Selama ini Industri jamu masih terkendala dengan pengembangan dan pemasaran produk. Tidak hanya kesulitan menciptakan produk berkualitas, namun juga menghadapi daya saing pasar, terlebih dalam menghadapi era digitalisasi seperti sekarang,” pungkasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *