Rukma : Jateng Harus Jadi Pelopor Penuntasan Kasus Pelecehan

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi berharap Jawa Tengah bisa menjadi pelopor penuntasan segala kasus pelecehan perempuan dan anak.

Untuk itu, Rukma mendesak Pemprov Jateng segera menuntaskan sejumlah kasus pelecehan seksual terhadap perempuan maupun anak di Jawa Tengah.

“Kasus pelecehan perempuan dan anak ibarat gunung es. Hanya terlihat di permukaan. Karena itulah pemerintah dan masyarakat harus proaktif dalam menuntaskan kasus tersebut,” ujarnya, Senin (30/4).

Terkait kasus pelecehan di Sayung, Kabupaten Demak yang mencuat baru-baru ini. Dimana anak perempuan menjadi korban korban pelecehan seksual oleh seorang guru, dirinya menegaskan, secara hukum perbuatan pelecehan seksual tersebut harus dijerat pidana.

“Harus dijerat pidana dengan diberi hukuman yang sepadan. Bagi korban pun harus dilakukan pendampingan supaya secara psikologis bisa terbantukan. Bersama dinas kita harus bersinergi untuk menyelesaikan bersama,” imbuhnya.

Menyikapi munculnya kasus di Sayung, Demak, Sri Kusuma Astuti selaku Kepala Dinas DP3AKB menyatakan, korban sekarang ini telah menjalani rehabilitasi.

“Jangan sampai anak ini minder dan malu sehingga hak sekolah tidak terpenuhi. visum merupakan salah satu syarat dan pendampingan psikologis sampe anak ini bisa normal kembali. karna biasanya korban bisa menjadi pelaku sehingga pendampingan psikologis sangat perlu,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *