Frans Ingin Peringatan May Day Tetap Kondusif

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Frans Kongi mengaku para pengusaha mengaku jengah dengan tuntutan kenaikan upah buruh yang muncul setiap tahun.

Untuk itu, di hari May Day 1 Mei besok, pihaknya bersama tripartit dan pemerintah provinsi Jawa Tengah akan merayakan secara serentak di 35 daerah dengan berbagai perayaan seperti jalan santai diselingi hiburan menarik lainnya.

“Dengan adanya kenaikan upah buruh yang asal-asalan, itu malah beban untuk para pengusaha lokal. Setelah itu (perayaan May Day), kita minta pemerintah melakukan kajian bersama untuk penentuan upah agar setiap tahun tidak terjadi kenaikan upah,” ujarnya, Senin (30/4).

Frans menambahkan, Dia mempersilahkan buruh menggelar aksi damai dengan tetap menjaga kondusivitas setiap kabupaten/kota. ” Dlihat dari perkembangannya setiap tahun, para buruh mulai bisa bersikap dewasa untuk menuntut kenaikan upahnya,” imbuhnya.

“Para buruh semestinya sudah bisa memahami situasi yang muncul di lingkungan kerjanya. Sehingga ketika peringatan May Day tiba, mereka tidak serta-merta menuntut kenaikan upah terlalu tinggi. Saya rasa buruh mulai memahami kondisi keuangan pabrik,” katanya.

Kedepan, Frans mengaku tetap optimis jika perekonomian Indonesia akan membaik. Mengingat program Nawacita Presiden Joko Widodo bisa bersinergi dengan para pengusaha di daerah.

“Presiden Jokowi mampu menumbuhkan semangat berinvestasi melalui program pembangunan infrastruktur jangka panjang terutama dalam membangun jalan tol, bandara serta memperkuat sektor kemaritiman Indonesia,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *