Hendi Tegaskan Tidak Halangi Hak Pedagang

SEMARANG (Asatu.id) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan, pihaknya tidak akan membatasi dan menghalangi hak pedagang Pasar Ikan Rejomulyo atau Pasar Kobong, terkait keinginannya pindah berjualan ke Pasar Sayung, Kabupaten Demak. Prihadi mempersilakan karena itu menjadi hak pedagang untuk memilih.

“Kami tidak akan membatasi warga Indonesia untuk mencari pekerjaan. Silakan saja. Demak juga Indonesia. Semarang juga Indonesia. Jadi monggo. Mau di Semarang ya alhamdulillah. Mau pindah ke Demak juga enggak apa-apa. Itu tetangga kita juga,” kata Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Walikota yang akrab disapa Hendi itu mengaku sudah mendengar isu soal keinginan sebagian pedagang ikan Pasar Rejomulyo Lama yang tidak mau pindah ke Pasar Rejomulyo Baru, dengan alasan beberapa permintaannya belum dipenuhi.

Padahal, menurut Hendi, pihaknya sangat berharap jika ada persoalan sebaiknya dibicarakan untuk mendapatkan solusi terbaik. Tidak justru dengan mengancam mau pindah jualan ke luar kota.

“Kita ini hidup di negara hukum. Toh, kemarin kami tidak arogan juga tidak sewenang-wenang. Pemerintah tidak menggusur begitu saja. Setelah semuanya jelas, mari kembali duduk bersama memikirkan Semarang melakukan percepatan pembangunan,” harapnya.

Pasar Rejomulyo Lama akan segera dibongkar pada awal Mei, dan bekas lokasi itu akan dijadikan Ruang Terbuka Hijau ((RTH). Sebagai lokasi pasar, tempat itu sudah tidak layak karena sering terkena banjir dan kumuh.

Pemkot memberi solusi pedagang dengan membangun Pasar Rejomulyo Baru yang letaknya tidak terlalu jauh dengan lokasi pasar lama. Namun para pedagang ikan basah belum mau pindah dengan alasan beberapa sarana belum dilengkapi. (is)

17

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan