Belum Ada Warga Penghayat Ajukan Perubahan Kolom Agama e-KTP

SEMARANG (Asatu.id) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jawa Tengah, mulai akhir bulan ini akan membuka pelayanan perubahan kolom agama KTP elektronik atau  e-KTP bagi warga penghayat kepercayaan.

Kepala Dispendukcapil Jateng, Sudaryanto, menyatakan, bagi warga penghayat yang tertarik bisa langsung mendatangi kantor Disdukcapil yang tersebar di 35 kabupaten/kota.

“Sejak pemerintah mengumumkan, kami sudah melakukan sosialisasi, terutama ke organisasi penghayat untuk disampaikan ke anggotanya. Namun sampai saat ini belum ada satu pun warga penghayat yang mendaftarkan perubahan kolom agama e-KTP,” kata Sudaryanto.

Dari informasi yang diperoleh, sejumlah penganut penghayat kepercayaan ternyata belum semuanya sepakat dengan kebijakan pemerintah yang ingin menerbitkan e-KTP bagi mereka pada 1 Juli nanti. Salah satu penolakan tersebut muncul dari kalangan penghayat Paguyuban Trijaya, Kabupaten Tegal.

Boim Permadi, Sekretaris Keimanan Kelompok Intelektual Muda Anak Alam Nusantara, Paguyuban Trijaya Tegal mengatakan, sebenarnya pihaknya mengapresiasi upaya dari Presiden Joko Widodo yang berani menerbitkan e-KTP untuk warga penghayat.

“Sebenarnya kami tidak perlu e-KTP. Yang kami butuhkan pengakuan eksistensi sebagai penganut penghayat, apakah pemerintah punya niat menyosialisasikan tata cara ibadah kami, itu yang paling penting,” kata Boim.

Dengan adanya pengakuan eksistensi, menurut Boim, maka warga penghayat bisa leluasa menggelar sujudan sebagai ritual ibadah resmi.

27

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan