Server Offline Saat UNBK, Wali Kota Hendi Ngomong Begini

SEMARANG (Asatu.id) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan terkait beberapa kendala yang terjadi saat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP negeri atau swasta dan MTS di Kota Semarang, Senin (23/4).

“Ada sedikit gangguan karena komputer ada yang sempat offline, tapi infonya ini tidak hanya terjadi di Kota Semarang, dan bisa diatasi,” katanya.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi menegaskan kendala teknis tersebut tidak akan merugikan para siswa-siswi yang mengikuti UNBK.

“Sudah diteliti, walaupun komputernya sempat offline, tidak mengurangi waktu pengerjaan siswa yang bersangkutan, karena saat kondisi offline, waktunya juga berhenti, dan sekali lagi ini bukan hanya terjadi di Kota Semarang,” tegasnya.

Perlu diketahui penyelenggaraan UNBK dilaksanakan oleh 170 SMP dan 35 MTs di Kota Semarang selama empat hari pada (23/4) sampai (26/4) mendatang dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA.

Untuk di Kota Semarang tercatat ada 23.977 murid yang mengikuti UNBK, terdiri dari 10.924 siswa SMP Negeri, 10.333 siswa SMP Swasta, 598 MTs Negeri, dan 2.122 MTs Swasta.

Dan setiap harinya siswa di masing-masing sekolah akan terbagi dalam tiga sesi ujian, yaitu sesi I jam 7.30 – 9.30, sesi II jam 10.30 – 12.30, dan sesi III jam 14.00-16.00.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *