Kalangan Pengusaha Tak Mau Rugi

SEMARANG (Asatu.id) – Perubahan kalender cuti Lebaran 2018 yang tengah diwacanakan oleh pemerintah pusat mendapat respon ketidaksetujuan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Ketua Apindo Jawa Tengah, Frans Kongi menilai perubahan masa libur Lebaran dari tujuh hari menjadi diperpanjang jadi sembilan hari dinilai merugikan para pengusaha.

“Pengusaha, terutama yang bergerak di industri padat karya bisa menelan kerugian berlipat ganda bila masa liburan diperpanjang,” ujarnya, Senin (23/4).

Kerugian yang paling dirasakan, kata Frans tentunya berkaitan pemberian upah tambahan bagi buruh yang masuk kerja dalam rentang tanggal libur Lebaran.

“Bisa kacau kalau karyawan masih pada libur. Nanti siapa yang bisa ganti kerugian itu,” imbuhnya.

Cuti bersama, lanjutnya, juga akan berdampak tutupnya bank. Menurutnya, jika semua perbankan tutup dan tidak menerima transaksi, perputaran keuangan bisa karut marut.

“Kalau bank tutup 12 hari, bisa repot dong,” ucapnya.

Sebagai solusinya, ia pun menyarankan kepada Kemenaker untuk tidak mewajibkan semua pihak ikut cuti bersama, melainkan bersifat imbauan. Jika pengusaha tidak melakukan itu, tidak terkena teguran dari pemerintah. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *