Denok Kenang Tak Hanya Promosikan Wisata

SEMARANG (Asatu.id) – Tugas berat menanti calon putra-putri Denok Kenang. Selain mempromosikan wisata dan menjadi ikon Kota Semarang, Denok Kenang juga harus menjadi contoh yang baik bagi muda-mudi Semarang, khususnya dalam hal penyalahgunaan narkoba dan Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

Untuk itu, para finalis Denok Kenang diberi pengetahuan mengenai bahaya penggunaan narkoba dan penyebaran virus mematikan HIV/AIDS.

Kasi Promosi Budaya dan Pariwisata Kota Semarang, Maria Chatarina Ratnasari kepada Asatu.id mengatakan, Denok Kenang bukan hanya duta pariwisata saja, tapi sebagai contoh yang baik agar pemuda tak terkena narkoba, Senin (23/4). “Jangan sampai mereka menyandang titel Denok Kenang, namun terlibat kasus narkoba,” ucapnya.

Ia menambahkan, sebagai ikon pariwista dan publik figur bagi kawula muda mereka dituntut untuk mengampanyekan gerakan anti narkoba dan seks bebas.

“Selain kapanye wisata, mereka harus mengkampanyekan gerakab anti narkoba dan HIV/AIDS. Dengan pelatihan ini, mereka dapat menjadi jembatan bagi generasi muda lain mengenai bahaya narkoba dan penularan HIV Aids,” tambahnya.

Ia berharap, dengan adanya pelatihan itu, para finalis Denok Kenang tak hanya menjadi ikon wisata. Namun, menjadi contoh yang baik bagi kawula muda di Semarang maupun di Indonesia. (is)

25

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan