PSIS Belajar dari Kekalahan Lawan Persija

SEMARANG (Asatu.id) – Kekalahan telak 1-4 saat menjamu Persija Jakarta dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (20/4) lalu membuat anak asuh Vincenzo Alberto Annese perlu banyak belajar. Pil pahit itu adalah kekalahan kedua tim Laskar Mahesa Jenar dari lima pertandingan yang sudah dijalani.

General Manager PSIS, Wahyu Winarto, mengatakan kekalahan tersebut menjadi pelajaran berharga bagi timnya, khususnya para pemain muda, Minggu (22/4). “Mayoritas pemain kami asa masih berusia muda dan jebolan kompetisi Liga 2 musim lalu, minim pengalaman,” ucapnya.

Ia menambahkan, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi kami dan juga pemain.

“Ini menjadi pelajaran buat kami, tak ada yang perlu disalahkan. Secepatnya kami akan mengevaluasi dan mudah-mudahan ini kekalahan terakhir,” tambah Liluk sapaan akrabnya.

Di sisi lain, lanjutnya, faktor mental diakui Liluk jadi titik lemah pemain PSIS saat kalah dari Macan Kemayoran.

“Pertandingan kemarin terlihat pemain grogi dengan nama besar Persija dan beberapa kali melakukan kesalahan,” tandasnya.

Meski kalah dihadapan publiknya sendiri, Liluk tetap mengapresiasi kerja keras pemain dan juga tim pelatih. Para pemain dinilainya bermain cukup baik di babak pertama dengan menciptakan banyak peluang. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *