Krisseptiana Hendrar Prihadi, Kartini Cantik Masa Kini yang Menginspirasi

SEMARANG (Asatu.id) – Menjadi istri dari seorang Wali Kota Semarang, membuat wanita cantik bernama Krisseptiana Hendrar Prihadi sibuk menghadiri berbagai macam kegiatan.

Seperti yang terlihat pada Jumat (20/4), Bu Tia panggilan akrabnya, sejak pagi sudah berada di kelurahan Plalangan yang terletak di sekitaran Gunung Pati Semarang.

Bertepatan dengan peringatan hari Kartini, sosok Bu Tia tentu sangat layak dijadikan sebagai inspirasi Kartini masa kini.

Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang ini ternyata punya cara tersendiri untuk menunjukkan emansipasinya.

Menurutnya, emansipasi adalah bagaimana cara memperjuangkan sesuatu agar tidak ada kesenjangan. Saling mengingatkan bahwa kesetaraan gender sudah terbuka.

Salah satunya yaitu dengan cara menunjukkan potensi agar bisa menghadapi segala persoalan di lingkungan sekitar.

Misalnya tentang penggunaan gadget, masyarakat harus tahu betul bagaimana menggunakannya dan bisa memilah milah informasi yang baik dan tidak.

Tidak hanya itu, hal lain yang cukup penting adalah masalah kesehatan, masyarakat juga harus tahu bagaimana cara menjaga diri dan tahu kondisi kesehatan keluarga, agar nantinya tidak terlambat di masa tua.

Dia berpesan kepada para anak muda, khususnya di Semarang, agar mereka menjadi anak muda hebat, menjauhi narkoba dan sex bebas. Yang terpenting tidak hanya anak muda, tetapi masyarakat harus lebih peduli untuk tidak ikut menyebarkan berita hoax.

“Sebagai masyarakat harus pintar memilah milah informasi, karena semua ada undang-undang dan sanksinya. Sehingga harus peduli dan tidak perlu disebarkan,” pungkas wanita cantik berambut panjang ini

Wanita lulusan UNIKA Semarang ini ternyata juga tidak pernah melupakan kodratnya sebagai seorang ibu dari tiga orang anak. Dirinya punya cara tersendiri untuk mendidik dan mendekatkan diri dengan ketiga anaknya.

Baginya, ketiga putra putrinya masih dalam tahapan menuju dewasa dan banyak proses pembelajaran yang harus dilalui. Sehingga ia harus tahu betul bagaimana cara mendidik anak dan dengan cara apa.

Intinya adalah bagaimana ia bisa tetap dekat dengan anak-anak ditengah kesibukannya. Melakukan pekerjaan dari pagi sampai sore tidak masalah baginya, yang terpenting adalah saat malam hari beliau harus bisa menyapa anak-anak dan ngobrol dengan mereka.

“Prinsip saya adalah saat kita jauh dengan anak-anak, mereka pasti akan menjauh. Sebaliknya, saat kita mendekatkan diri dengan mereka, pasti mereka juga akan mendekat dengan sendirinya dan mau terbuka sama kita,” tambah Bu Tia.

Beliau juga mengaku, tidak harus membuat jadwal khusus untuk bersama dengan anak-anak. Begitu ada waktu kosong, keluarga menjadi nomor satu baginya. Yang terpenting adalah kerelaan hati dan tidak boleh egois saat menghadapi anak.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *