Debat Pilgub : Cawagub Bicarakan Soal Kemiskinan Jateng

SEMARANG (Asatu.id) – Debat putaran pertama yang diselenggarakan KPU Jateng berlangsung menarik. Di segmen tiga, cawagub kedua paslon yakni Taj Yasin dan Ida Fauziyah berargumen sehat. Salah satunya tema masalah kemsikinan di Jateng.

Cawagub Taj Yasin mengatakan, penurunan angka di Jateng saat kepemimpinan Petahana Ganjar Pranowo patut di banggakan. Dimana angka kemiskinan yang turun 2,21 persen merupakan prestasi.

“Penurunanya urutan dua secara nasional,” ujarnya, saat menyampaikan argumennya dalam debat pilgub, di Patrajasa, Semarang, Jumat (20/4).

Menanggapi hal tersebut, cawagub nomor urut dua Ida Fauziyah mengakui angka kemiskinan di Jateng turun 2,21 persen. Namun menurutnya, Ganjar gagal mencapai target penurunan angka kemiskinan di Jateng.

“Masih ada 12,23 persen penduduk Jateng yang masih kategori miskin, dan itu di atas rata-rata kemiskinan nasional. Dan yang paling kena dampak itu perempuan” imbuhnya.

Menurut Ida, Pemprov Jateng harus perlu berkoordinasi dengan pemerintahan pusat, kabupaten, pihak swasta dan perguruan tinggi dalam menurunkan angka kemiskinan di Jateng.

Menanggapi pernyataan Ida, Taj Yasin mengklaim pihaknya saat di DPRD Jateng dan Ganjar saat menjadi Gubernur terus melakukan koordinasi dengan banyak pihak.

“Lho, kami, saat di DPRD bersama mas Ganjar saat jadi Gubernur, terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, daerah kab/kota dan pihak lain. Angka kemiskinan menurun 2,21 persen merupakan hasil kerja yang nyata,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *